Selasa, 2 Juni 2020

Tiga Ruang Kelas SD Layungsari 2 Tergusur Proyek Jalur Ganda Bogor-Sukabumi

- 25 Oktober 2019, 02:16 WIB
SUASANA SD Negeri Layungsari 2 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis, 24 Oktober 2019. Tiga ruang kelas SD tersebut terancam tergusur proyek pembangunan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi.*/WINDIANTI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Tiga ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Layungsari 2, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan dipastikan akan tergusur akibat proyek jalur rel ganda Bogor-Sukabumi. Pihak sekolah juga was-was, sebagian siswa sekolah tersebut akan pindah lantaran mayoritas siswa yang sekolah di SD tersebut merupakan warga terdampak jalur rel ganda.

Operator SDN Layungsari 2, Hendrian Afif saat dijumpai Kamis, 24 Oktober 2019, menuturkan, tiga bangunan SD tersebut memang dibangun di lahan PT KAI pada 1976. Ruangan kelas tersebut memang berada kurang lebih 16 meter dari rel kereta api. Tiga ruang kelas itu kini masih digunakan untuk aktivitas belajar mengajar bagi  kelas IV dan V SD.

“Ada juga satu rumah dinas yang tergusur, tetapi ruangannya memang sudah tidak pernah digunakan,” ujar Hendrian Afif.

Penggusuran tersebut cukup meresahkan sekolah karena mereka tak memiliki ruangan lagi untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana belajar. Salah satu alternatif solusi yang ditawarkan Dinas Pendidikan Kota Bogor adalah menumpang kelas di sekolah lain yakni SD N Layungsari 1,  atau menggunakan ruang yang tidak terpakai seperti musala dan ruang guru.

“Kita sih pengennya jangan dulu digusur sebelum ada ruangan baru. Kita serahkan saja kepada   Pemkot Bogor,” kata Hendrian.

Menurut Hendrian, pihak sekolah sudah menyiapkan antisipasi kalau ruangan kelas benar akan digusu. Salah satunya dengan membuat skema tiga sif dalam kegiatan belajar mengajar. Meskipun diakui Hendrian, skema tersebut membuat kegiatan belajar mengajar kurang efektif, skema tersebut dinilai paling tepat karena sesuai dengan kondisi yang ada.

“Tidak nyaman sudah pasti, psikologis anak juga terganggu, tetapi agar tetap berjalan ya  sistem itu sudah pas,” ucap dia.

Mengenai penggantian ruang kelas baru, Hendrian belum dapat memastikannya. Namun, dari informasi yang terima sekolah, Pemerintah Kota Bogor akan membangunkan ruang kelas baru pada 2020. Jika memang  SD N Layungsari 2 mendapatkan dana kerahiman dari PT KAI, sekolah menginginkan  kerahiman tersebut dalam bentuk bangunan ruang kelas.

“Informasi sementara memang Pemkot akan bangunkan dua ruang baru, nanti dua ruang kelas lagi  mungkin dari dana kerahiman, tetapi belum resmi,” ucap Hendrian.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X