Kamis, 12 Desember 2019

Kemenperin Dorong Para Manajer Perusahaan Mempelajari Transformasi Menuju Revolusi Industri 4.0

- 24 Oktober 2019, 23:52 WIB
KEPALA Bidang Kimia Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Bambang Riznanto menyampaikan paparannya di hadapan hadirin 'Customer Gathering' BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Rabu, 23 Oktober 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Kementerian Perindustrian membuka pelatihan bagi para manajer agar bisa memimpin perusahaannya bertransformasi sesuai tuntutan revolusi industri 4.0. Meskipun tak ada kewajiban bagi perusahaan untuk ikut bertransformasi, tapi menyesuaikan diri dengan tuntutan era revolusi industri 4.0 akan menunjang peningkatan produktivitas juga efisiensi.

Kepala Bidang Kimia Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Bambang Riznanto mengatakan, para manajer menjadi sasaran awal pemberian pelatihan ini dikarenakan jabatan tersebut umumnya diisi oleh generasi yang usianya sudah matang.

"Melalui pelatihan ini, diharapkan ada perubahan pola pikir pada mereka yang sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan revolusi industri. Apalagi mayoritas pekerja saat ini didominasi generasi milenial dengan ciri khas keunggulan mereka berupa ide-ide 'out of the box'. Tataran manajemen dan para milenial ini harus bisa berkolaborasi agar bisa membawa perusahaan sejalan dengan tuntutan revolusi industri 4.0," kata Bambang usai menjadi pembicara dialog bertajuk "Peran Ekonomi Digital dalam Mendorong Pertumbuhan Industri di Indonesia". Dialog merupakan bagian dari acara 'Customer Gathering' Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota di Harris Convention Center, Rabu, 23 Oktober 2019.

Bambang mengatakan, pada tahap awal ada sekitar 200 peserta yang berpartisipasi. Mereka menjalani pelatihan gratis selama lima hari.

"Bagi yang berminat, kami masih membuka kesempatan karena targetnya pada akhir tahun ini bisa sampai 250 atau 300 peserta pelatih," katanya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, ada beberapa sektor industri yang disarankan segera bertransformasi. Antara lain makanan minuman, tekstil, automotif, kimia, dan elektronika.

Di antara kelima sektor tersebut, menurut Bambang, industri yang bergerak di bidang makanan minuman bisa lebih cepat beralih ke teknologi 4.0. Sebab otomatisasi yang menjadi penanda revolusi industri 3.0 sudah sejak lama dijalankan industri makanan minuman.

"Namun sektor Usaha Kecil Menengah juga kami dorong untuk bertransformasi, karena UKM  juga berkontribusi pada Produk Domestik Bruto, ekspor, juga penyerapan tenaga kerja," katanya.

Bambang menegaskan, transformasi perusahaan agar sesuai revolusi industri 4.0 tidak dimaksudkan sebagai ajang gaya-gayaan. Tidak semua hal terkait revolusi industri 4.0 harus diaplikasikan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X