Purwakarta Punya Kopi yang Mulai Akrab dengan Gaya Hidup Milenial

- 24 Oktober 2019, 03:12 WIB
PETANI kopi di Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Perkembangan warung kopi modern ikut mendongkrak hasil panen perkebunan kopi asli Purwakarta. Namun, kualitas dan kuantitas produksi perkebunan kopi lokal belum mampu menyaingi produk kopi dari luar daerah yang beredar Purwakarta.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, produk kopi lokal masih lemah dalam aspek penanganan setelah panen dan penyajian akhirnya.

"Kalau aspek tersebut sudah bagus, kualitasnya tak kalah dari kopi-kopi yang sudah terkenal dari luar (Purwakarta)," katanya, Rabu 23 Oktober 2019.

Produk kopi asli Purwakarta, menurut pemantauannya, telah disajikan di sekira 20 kafe di Purwakarta. Permintaan kopi lokal meningkat setelah tempat-tempat serupa bermunculan seiring gaya hidup kaum milenial yang gemar meminum kopi.

Agus menyebut, jenis kopi yang dibudidayakan di Purwakarta terdiri atas arabika, robusta, dan liberika. "Liberika kualitasnya memang tidak jadi yang terbaik tapi jadi alternatif karena tahan hama. Nilainya tinggi karena jumlah panen sedikit dan penyusutannya besar," ujarnya.

Kopi liberika disebut-sebut telah dikembangkan sejak lama oleh leluhur masyarakat di Purwakarta. Namun, dalam perkembangannya, banyak pohon yang dibiarkan dan ditinggalkan sehingga jumlahnya sekarang semakin sedikit dan jarang ditemukan.

Kurang cocok

Secara geografis, kondisi Purwakarta dinilai kurang cocok untuk mengembangkan perkebunan kopi. Agus menjelaskan, tanaman tersebut lebih bagus bila dikembangkan di pegunungan yakni 800 meter di atas permukaan laut untuk arabika dan minimal 600 meter untuk robusta.

"Di wilayah Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, arabika juga tumbuh, tapi bijinya kecil hampir sama dengan robusta," katanya sambil membandingkan kedua biji kopi tersebut.

Meski demikian, dia meyakinkan bahwa kualitas kopi lebih bergantung proses akhirnya sebelum dikonsumsi.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X