Selasa, 10 Desember 2019

Ayah Tiri Aniaya Bocah 3 Tahun Sampai Tewas di Ciamis, Ditangkap Saat Menyaksikan Pemakaman

- 23 Oktober 2019, 15:02 WIB
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso diampingi Kasat Reskrim AKP Risqi Akbar, Selasa 22 Oktober 2019, memberikan keterangan tentang penganiayaan terhadap bocah 3 tahun, Alvin Putra oleh ayah tirinya, Asep Doni. Pelaku dibekuk ketika melihat proses pemakaman yang kemudian ditunda karena ayah kandung korban meminta dilakukan autopsi.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Alvin Putra Samsul Bahri (3) tewas akibat dipukuli ayah tirinya, Asep Doni (25) warga Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis. Pelaku ditangkap ketika hendak ikut melihat pemakaman anak tirinya itu. Namun pemakaman dibatalkan karena ayah kandung korban minta dilakukan autopsi.

“Kejadiannya pada Senin 21 Oktober 2019. Pemukulan berulangkali pada bagian wajah, perut, dan dada. Akibat pukulan dengan tangan menggenggam (terkepal) tersebut, korban menderita luka hingga akhirnya meninggal,” tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso, Selasa 22 Oktober 2019.

Didampingi Kasat Reskrim AKB Risqi Akbar dan Wakapolres Kompol Lalu Wira Sutriana, Bismo mengungkap, pemukulan oleh pelaku yang merupakan suami ketiga dari ibu korban, Yesi Mulyasari (26), terjadi pada hari Senin 21 Oktober 2019 dini hari sekira pukul 00.17.

Kejadian bermula ketika pada Minggu 20 Oktober 2019 sekira pukul 22.30, pelaku pulang ke rumah kontrakan yang ditinggali bersama dengan tiga anak tirinya. Sebelum sampai di rumah, setelah bekerja di peternakan ayam di wilayah Ciawi, Tasikmalaya, Asep membeli minuman keras. Dalam perjalanan, pelaku sempat menenggak minuman keras tersebut. 

“Ketika sampai di rumah kontrakan,(pelaku) mendapati korban rewel dan menangis terus. Kepada istrinya, pelaku mengatakan hendak membawa Alvin ke rumah orang tuanya (neneknya) yang jaraknya tidak begitu jauh dari kontrakan,” katanya.

Dalam perjalanan, menurut pengakuan pelaku kepada polisi, Alvin yang dibonceng di depan, bukannya berhenti menangis. Karena jengkel, pelaku memarahi korban, bahkan mengancam hendak diturunkan di tengah jalan. Akan tetapi ancaman tersebut tidak  menjadikan korban diam, sebaliknya terus menangis.

“Pelaku hilang kesabaran hingga memukul kepala. Korban masih tetap menangis, kemudian kembali dipukul, setidaknya ada 10 kali pukulan ke arah kepala, dada, dan perut, hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Bismo.

Pelaku kemudian membawa anak tirinya itu ke Puskesmas Sindangkasih. Akan tetapi karena keterbatasan peralatan, setelah dirawat, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Kepada petugas, pelaku mengaku korban terjatuh dari sepeda motor.

“Pelaku kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Jasa kartini dengan mobil sewaan. Akan tetapi, jiwa korban tidak tertolong,” tuturnya..


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X