Sedekah Sampah Pemkot Bekasi Meningkat Dua Kali Lipat

- 22 Oktober 2019, 00:16 WIB
APARATUR Pemkot Bekasi bersama petugas Bank Sampah Induk Patriot menimbang sampah anorganik yang disetorkan instansi pada program Sedekah Sampah di Plaza Pemkot Bekasi, Senin 21 Oktober 2019. Terjadi lonjakan pengumpulan sampah hingga dua kali lipat pada bulan ketiga penyelenggaraan program.*/ RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Capaian program Sedekah Sampah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan hingga dua kali lipat pada bulan ketiga sejak dirilis Juli 2019.

Pada saat pelaksanaan apel Senin 21 Oktober 2019, di Plaza Kantor Wali Kota Bekasi, diumumkan bahwa perolehan sedekah sampah dari aparatur Pemkot Bekasi pada saat pengumpulan Senin 14 Oktober 2019 mencapai 2,5 ton. Padahal saat pengumpulan sebelumnya, sampah yang terkumpul berkisar 1,1-1,3 ton.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Bank Sampah Induk Patriot Asep Hendarwan mengatakan, peningkatan tersebut disumbang dari kantor-kantor kecamatan.

"Sebab kami memberlakukan tata cara berbeda dalam pengumpulan sedekah sampah dari kecamatan," kata Asep, Senin 21 Oktober 2019.

Semula, sampah anorganik dari 12 kecamatan dikumpulkan bersamaan dengan instansi lain setiap Senin pagi di kompleks perkantoran Wali Kota Bekasi. Namun belakangan, sampah dari kecamatan dijemput langsung BSIP ke kantor-kantor kecamatan sekali dalam sepekan setiap jadwal “Minggon”.

"Dengan cara penjemputan seperti ini, akumulasi sampah dari kecamatan lebih besar daripada saat harus diantarkan ke Pemkot Bekasi tiap Senin karena ada saja kecamatan yang justru tidak menyetor," katanya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, hingga bulan ketiga berjalannya program Sedekah Sampah, sudah mulai ada perubahan terkait pemilahan sampah, meskipun belum begitu maksimal.

"Di masa awal program berjalan, masih ada instansi yang asal dalam menyedekahkan sampahnya. Asal dalam arti, ada yang bawa dari rumah, atau 'beli sampah' ke warung untuk disetor di sini. Kalau sekarang, sudah lebih baik karena hanya sampah kantor yang terkumpul," katanya.

Namun demikian menurut Asep akan lebih baik lagi jika aparatur sudah menerapkan dengan baik konsep pemilahan sampah sesuai jenisnya, tidak asal campur seperti yang masih terjadi sekarang.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X