Kamis, 12 Desember 2019

Densus 88 Geledah PLN Gardu Induk Tasikmalaya

- 21 Oktober 2019, 22:11 WIB
PENGENDARA melintasi PLN Garduk Induk Tasikmalaya di Jalan Sambongjaya, Kota Tasikmalaya, Senin, 21 Oktober 2019. Densus 88 melakukan penggeledahan di gardu tersebut terkait pegawainya yang kena cokok di Cirebon sebagai terduga teroris.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Densus 88 menggeledah PT PLN (Persero) Gardu Induk Tasikmalaya, di Jalan Sambongjaya, Kota Tasikmalaya, Senin, 21 Oktober 2019. Penggeledahan terkait dengan penangkapan terduga teroris berinisial W yang bekerja di tempat tersebut.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, mengonfirmasi penggeledahan itu. "Betul, Mas," kata Anom melalui pesan di aplikasi WhatsApp, Senin, 21 Oktober 2019, siang.

Anom mengatakan, ia belum bisa memberi keterangan lebih lanjut lantaran tengah menggelar video conference dengan Kapolri. Saat Pikiran Rakyat tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, penggeledahan telah usai.

Isep, petugas keamanan Gardu Induk Tasikmalaya mengatakan, penggeledahan itu memang ada. Dengan menggunakan beberapa mobil, Densus datang bersama petugas Polres Tasikmalaya Kota yang melakukan pengamanan sekitar pukul 09.30 WIB. Ia mengatakan, proses penggeladahan hanya berjalan satu jam.

Isep pun menyatakan bahwa W memang bekerja di sana sebagai engineering atau operator panel. W yang merupakan lulusan SMK itu terkadang bekerja di lapangan jika ada aliran listrik yang mengalami gangguan.

W berasal dari Cirebon dan baru diangkat sebagai pekerja yang berdinas di Gardu Induk Tasikmalaya. Ihwal mengapa tempat kerjanya digeledah, Isep menyatakan, ia tidak tahu.

Dalam pemberitaan "PR" sebelumnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Cirebon. Keduanya yakni W, warga Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, serta A, warga Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Mereka dicokok di tempat terpisah pada Kamis, 17 Oktober 2019.

W diringkus di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cirebon, sementara A dicokok di tempat kediamannya. Di rumah A, Korps Bhayangkara mendapati sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, ketapel, topeng joker, satu ember berisi kelereng, buku-buku mengenai jihad dan tauhid, serta cairan kimia. 


Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

X