Senin, 17 Februari 2020

Imbau Bhayangkari Menahan Jempolnya, Kapolres Bekasi: Sayang Tidak sama Suaminya?

- 19 Oktober 2019, 14:07 WIB
RATUSAN Anggota Polres Metro Bekasi, aparatur sipil negara dan ibu-ibu Bhayangkari mengikuti sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar Kepolisian Resor Metro Bekasi di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara, mengimbau para ibu Bhayangkari agar menahan diri dalam penggunaan media sosial.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019. 

Candra mengingatkan para ibu Bhayangkari untuk mengendalikan sikap, terutama berkaitan dengan medsos. Mereka diingatkan untuk menahan diri, jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan suami.

“Ibu-ibu sayang tidak pada suaminya? Kalau sayang suaminya, jempolnya tolong dijaga, jangan ikut-ikutan pada unggahan yang merugikan kita semua. Sudah ada korban, jangan sampai kami jadi korban berikutnya,” ucap dia.

Imbauan itu disampaikan Candra berkaitan dengan kasus yang menimpa mantan Dandim Kendari yang dicopot akibat cuitan sang istri terkait peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto, beberapa waktu lalu.

“Kalau suami nakal, marahin suaminya. Jangan sampai sumpah serapah di media sosial. Saya harap tidak berulah seperti itu,” ucap dia.

Bekasi darurat aksi teror

Dalam kesempatan tersebut, Candra pun mengingatkan kondisi Bekasi yang kerap menjadi tempat bermukim teroris.

Sejak peristiwa penusukkan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang beberapa waktu lalu, sedikitnya 40 terduga teror telah ditangkap. Ironisnya, tidak sedikit yang berasal dari Kabupaten Bekasi. Ini menandakan jika Bekasi tengah darurat aksi teror.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X