Minggu, 8 Desember 2019

Tunggakan BPJS Rp 49 Miliar, RSUD Ciamis Berencana Lakukan Pinjaman Perbankan

- 19 Oktober 2019, 13:33 WIB
ILUSTRASI BPJS.*/ANTARA

CIAMIS, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggak biaya klaim sekitar Rp 49 miliar kepada Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Ciamis. Rumah sakit plat merah tersebut juga berencana untuk mengajukan pinjaman dana kepada pihak perbankan demi lancarnya operasional.

“Tunggakan sudah berlangsung tujuh bulan, mulai bulan Maret. Rata-rata tagihan sebesar Rp 7 miliar per bulan. Saat ini kami juga belum mendapatkan kepastian sampai kapan tunggakan tersebut dibayarkan,” tutur Direktur RSUD Ciamis Rizali Sofiyan, ketika ditemui di RSUD Ciamis, Jumat, 18 Oktober 2019.

Dia mengatakan, saat ini pasien dan kunjungan pasien yang menggunakan fasilitas BPJS mencapai 95 persen, sedangkan sisanya adalah pasien dari umum. Meskipun pasien BPJS, Rizali menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan. Ketika pasien umum antri, pasien BPJS pun juga antri, demikian pula obat yang diberikan juga sama.

“Kami tidak melakukan pembedaan perlakuan, semua pasien sama, baik BPJS maupun umum. Dalam memberikan pelayanan, kepuasan pasien adalah kebahagiaan kami. Kami melayani dengan bahagia, akan tetapi terkait pembayaran kami kurang bahagia. Ini problem yang tengah dialami oleh banyak rumah sakit,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dalam kondisi terbatasan anggaran operasional, RSUD juga harus berhadapan dengan pemasok obat. Banyak perusahaan penyedia obat sudah melayangkan tagihan. Namun demikian setelah diberi penjelasan, lanjutnya, perusahaan tersebut dapat memahami kesulitan yang dialami RSUD.

“Untuk menghadapi pihak ketiga tersebut, terpaksa dilakukan renegoisasi, waktu jatuh tempo pembayaran diundur. Kami juga mengucapkan terima kasih terhadap perusahaan yang dapat memahami kondisi ini,” ujarnya.

Rizali mengungkapkan, kesulitan yang dihadapinya sudah dikonsultasikan dengan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, serta pihak BPJS. Salah satu hasilnya, apabila tetap belum dibayar, RSUD Ciamis terpaksa menggunakan dana talangan. Selain itu, juga mengajukan pinjaman kepada pihak perbankan.

“Jika memang kondisinya semakin mendesak, kami pakai dana talangan, termasuk mengajukan pinjaman ke perbankan. Saat ini, untuk kebutuhan yang kecil dan sangat urgent atau penting, operasional masih bisa diambil dari pasien umum,” kata Rizali.

Terpisah, Rizali juga mengatakan untuk meningkatkan pelayanan, sudah membentuk Forum Konsultasi Publik. Forum yang melibatkan berbagai unsur masyarakat itu diresmikan oleh Wakil Bupati Ciamis, Yana D. Putra pada hari Jumat, 18 Oktober 2019.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X