Senin, 9 Desember 2019

Bekasi Dicap Kandang Teroris, Wali Kota Mengaku Miris

- 17 Oktober 2019, 20:37 WIB
ILUSTRASI terorisme.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

BEKASI, (PR).- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku miris dengan label yang disematkan pada Bekasi sebagai kandang teroris. Pelabelan tersebut mengacu pada serangkaian penangkapan terduga teroris dari sejumlah wilayah di Bekasi. Yang terbaru ialah penangkapan pendukung ISIS di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu 16 Oktober 2019.

Dalam sebulan terakhir, sejumlah terrduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah juga diamankan dari sejumlah lokasi lainnya di Bekasi. Bahkan pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun dipastikan polisi terkait dengan jaringan JAD Bekasi.

"Bekasinya yang mana dulu? Kan ada kota dan kabupaten. Harus dijelaskan semestinya, yang dicap kandang teroris itu Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi? Karena sebagai kepala daerah saya miris mendengarnya," kata Rahmat, Kamis 17 Oktober 2019.

Rahmat sendiri mengaku tak bisa begitu saja melarang kehadiran pendatang dalam upaya menghalau keberadaan teroris. "Apalagi Kota Bekasi kan kota yang plural, terbuka pada pendatang dari mana saja," ucapnya.

Maka dari itu, langkah antisipasi yang memungkinkan dilakukan pemerintah ialah dengan mendorong pengurus RT/RW di lingkungan mengaktifkan kembali wajib lapor 1x24 jam bagi tamu.

"Minimal pengurus RT/RW melakukan 'update' warga berikut pendatang di lingkungannya sekali dalam sebulan, sehingga siapa saja yang tinggal bisa terpantau. Jangan sampai kecolongan dan akhirnya terus dibiarkan," ucapnya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X