Senin, 9 Desember 2019

Sebarkan Ujaran Kebencian di Medsos, ASN Terancam Pemecatan

- 16 Oktober 2019, 14:20 WIB
ILUSTRASI media sosial.*/ANTARA

BOGOR,(PR).- Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak sembarangan menggunakan media sosial (medsos) apalagi melontarkan ujaran kebencian. Selain dapat terjerat Undang-Undang ITE, ASN juga bisa dipecat  karena melanggar  PP nomor 42/2004 tentang Kode Etik PNS dan PP Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS.

“Kita minta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah  untuk membina  SKPD dan seluruh ASN agar selalu bijak menggunakan media sosial,” ujar Dedie A Rachim di Balai Kota Bogor, Rabu 16 Oktober 2019.

Dedie mengatakan, sejauh ini para ASN  di Kota Bogor  bisa memahami aturan tersebut. Mereka dinilai sudah bijak menggunakan media sosial untuk arah yang lebih positif. “Alhamdulilah untuk Kota Bogor relatif kondusif, karena  Pak Wali juga terus berulangkali mengingatkan agar bijak menggunakan media sosial, kalau terbukti melanggar ya sanksinya berupa teguran, tapi tergantung kontennya. Kalau memenuhi pidana bisa juga dikategorikan melanggar UU ITE,” kata Dedie.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN)  Mohammad Ridwan dalam rilis yang diterima PR Online mengatakan, aturan terkait kode etik PNS sebenarnya sudah diedarkan sejak tahun lalu. Surat edaran dikeluarkan setelah BKN memantau banyaknya audan tentang ASN berkaitan dengan ujaran kebencian dan ketidaknetralan ASN selama proses Pemilu.

Berdasarkan surat edaran tersebut, ada beragam sanksi yang bisa dijatuhkan kepada ASN akibat ujaran kebencian di media sosial.  Tingkat hukuman tersebut terbagi  dari tiga kategori yakni  ringan, sedang, dan berat.

“Ada sanksi teguran lisan, teguran tertulis, hingga surat pernyataan tidak puas untuk kategori pelanggaran ringan.  Adapun sanksi  sedang misalnya, penundaan kenaikan pangkat selama setahun, penundaan kenaikan gaji berkalai, sampai penurunan dari jabatan sampai pemberhentian tidak dengan hormat,” ucap Ridwan.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X