Selasa, 18 Februari 2020

Proyek Exit Tol Bandung-Cilacap di Tasikmalaya Minim Sosialisasi.

- 15 Oktober 2019, 20:16 WIB
KENDARAAN memasuki pom bensin di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, 15 Oktober 2019. Minimnya sosialisasi pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di sekitar pom bensin tersebut menuai kebingungan warga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Demikian pula kemungkinan adanya spekulan yang masuk. Dadang mengatakan, status lahan di wilayahnya masih miliki warga yang telah lama tinggal di sana. Namun,  ia berharap, pemerintah memberikan sosialisasi mengenai kepastian wilayahnya masuk kawasan pintu keluar proyekk jalan bebas hambatan yang melintasi Kota Tasikmalaya tersebut.

Selain sebagai acuan, sosialisasi pemerintah menjadi penting agar masyarakat tahu kerugian yang dialami jika menjual lahan ke spekulan. Hal senada dikemukakan Iwan Jak selaku Ketua RT 03 di RW 05 Babakan Kadu. Iwan menyebut, nilai jual lahan di kampungnya sudah terbilang tinggi.

Di wilayah permukiman, harga lahan mencapai sekitar Rp 15 juta per bata. Sedangkan di lahan yang dekat dengan Jalan Gubernur Sewaka mencapai Rp 40 juta per bata. Yang terpenting, tutur Iwan, proyek tersebut bisa membawa manfaat yang besar bagi warga yang terdampak. "Nu penting manfaatna sanes mudaratna," ucapnya.

Meski perkiraan lokasi berada di sekitar pom bensin Jalan Gubernur Sewaka, ‎ Kadis PU PR Kota Tasikmalaya Adang Mulyana mengatakan, pembahasan penlok (penentuan lokasi) trase pertama tol dari Bandung hingga Tasikmalaya tengah dilakukan. ‎ "Lokasinya kemarin teh baru pembahanan untuk Penlok, nanti setelah Penlok baru bisa disampaikan," kata Adang saat menghadiri pembukaan Tasikmalaya Oktober Festival 2019 di Jalan KHZ Mustafa beberapa waktu lalu.

Adang mengimbau masyarakat berhubungan langsung dengan panitia pembebasan lahan bila ada spekulan yang masuk. "Yang terpenting lancar saja pembebasanlah asal jangan spekulan masuk," tuturnya.

Seperti diketahui, tol Bandung-Cilacap segmen satu ditargetkan beroperasi pada April 2024. Wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang dilalui tol mendapatkan beberapa exit tol. Untuk Kota Tasikmalaya, pintu keluar tol bukan hanya berada di ruas Gubernur Sewaka, Mangkubumi saja.

Pemkot Tasikmalaya juga meminta pembuatan exit tol lain di kawasan Universitas Siliwangi, Tamansari pada lanjutan pengerjaan segmen dua proyek tersebut. Sementara Kabupaten Tasikmalaya kebagian exit tol Di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna. 
Lokasinya berada di dekat Puskesmas Tinewati, Singaparna.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X