Rabu, 29 Januari 2020

Proyek Exit Tol Bandung-Cilacap di Tasikmalaya Minim Sosialisasi.

- 15 Oktober 2019, 20:16 WIB
KENDARAAN memasuki pom bensin di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, 15 Oktober 2019. Minimnya sosialisasi pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di sekitar pom bensin tersebut menuai kebingungan warga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Sosialisasi pemerintah terkait pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di Kota Tasikmalaya hingga kini masih minim. Dampaknya, sejumlah warga yang wilayah ditengarai terdampak proyek itu kebingungan lantaran informasi yang diterima simpang siur.

Kondisi tersebut dialami beberapa warga di Kampung Babakan Kadu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dari wawancara "PR" dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tasikmalaya Adang Mulyana belum lama ini terkuak kawasan pintu keluar tol diperkirakan berada di lokasi tersebut.

Saat itu, Adang hanya memberikan ancer-ancer lokasi exit tol berada di sekitar pom bensin Jalan Gubernur Sewaka dan masuk wilayah Mangkubumi. "PR" menelusuri  dan mendapati hanya satu pom bensin di tepi jalan tersebut. Tempat pengisian bahan bakar minyak itu berada di kawasan Kampung Babakan Kadu.

Ketua RW 5 Kampung Babakan Kadu Dadang Suherlan mengaku telah mendengar slentingan-slentingan terkait wilayahnya masuk area proyek tol Bandung-Cilacap. Namun, informasi yang beredar warga itu pun simpang siur.

Selain di Babakan Kadu, terdapat pula informasi yang menyebut exit tol berada di wilayah Tamansari. Bahkan di kampungnya sendiri, titik persis exit tol juga masih banyak versi. Beberapa warga menyebut lokasi berada di pesawahan dan tembus ke dekat pom bensin. Namun ada juga yang menduga lokasi berada cukup jauh dari area pom bensin tersebut.

Informasi yang berseliweran itu tak memberikan kepastian kepada warga karena belum adanya sosialisasi dari pemerintah. "Dari pemerintah di keluraha belum mendengar," ujar Dadang. 

Padahal, informasi yang jelas bisa menjadi arahan warga untuk bersiap bila lahan terkena pembebasan. Soalnya, lahan yang ditengarai terdampak proyek merupakan lahan produktif.

Dadang menyatakan, sawah-sawah yang berada di sekitar pom bensin masih produktif  untuk kegiatan pertanian warga. "Kebetulan saja sedang kemarau (sehingga belum ditanami)," ucapnya. 

Tak hanya milik warga biasa, sebagian lahan di Babakan Kadu dimiliki tiga pengusaha lokal dari kampung itu. Tetapi, Dadang mengaku belum ada warga yang menjual lahan-lahannya. "Belum ada apa-apa, masih sepi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X