Sabtu, 14 Desember 2019

TR Nekad Bunuh Kekasih setelah Pinangannya Ditolak

- 15 Oktober 2019, 18:39 WIB
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pembunuhan terhadap Trisna Juwita warga Pangandaran, Selasa, 15 Oktober 2019. Pelaku TR menghabisi korban karena menolak diajak menikah.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ciamis berhasil menangkap seorang pemuda TR (27), tersangka pelaku pembunuhan terhadap Trisna Juwita (36) warga Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Tersangka yang buron sekitar tiga minggu, ditangkap saat berada di wilayah Tangerang.

Kasus pembunuhan terhadap Trisna, seorang pedagang warung kopi di wilayah Parigi, Kabupaten Pangandaran, diketahui pada hari Rabu, 18 September 2019. Saat ditemukan posisi korban telentang di atas lantai rumah yang sekaligus menjadi warung.

Selain mencekik korban hingga meninggal, pelaku TR yang warga Kecamatan Cimerak, Pangandaran juga membawa kabur sepeda motor serta telefon genggam milik korban. Tubuh korban ditemukan kali pertama oleh anaknya yang masih berumur 9 tahun. Bocah tersebut memberitahukan kepada tetangga, setelah diperiksa korban sudah meninggal.

“Latar belakang pembunuhan itu adalah persoalan asmara. Tersangka mengajak nikah korban, serta minta agar tidak berjualan lagi. Akan tetapi permintaan tersebut ditolak mentah-mentah. Akibatnya tersangka memuncak kemarahannya, hingga mencekik leher korban sampai meninggal,” tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso, Selasa, 15 Oktober 2019 di Mapolres Ciamis.

Semula, kasus tersebut diperkiakan perampokan, karena motor serte telefon genggam milik janda pemilik warung tersbeut hilang. Akan tetapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, ternyata kasus pembunuhan. Setelah mengumpulkan keterangan, polisi akhirnya mengantongi identitas orang yang dicurigai. Yang bersangkutan ternyata kabur.

“Tim Buser melakukan pengejaran sampai ke Tangerang. Pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 malam, tersangka terlihat sedang duduk di depan warung yang sudah tutup. Ketika hendak ditangkap, tersangka melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan terukur, mengenai kaki,” ungkap Bismo.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar menambahkan, tersangka sebelumnya pernah bertandang di warung milik korban, setelah mendapat informasi dari temannya agar ke warung dimaksud. Dari pertemuan pertama, ternyata tersangka jatuh hati terhadap pemilik warung, Trisna Juwita.

“Sekitar satu bulan berhubungan, tersangka mengatakan hendak menikahi korban, akan tetapi  korban tidak boleh berjualan lagi, tidak boleh melayani pria lain. Beberapa kali hal itu diutarakan, akan tetapi jawabannya tetap sama,” ungkap AKP Risqi.

Pada hari Rabu , 18 September 2019 malam, tersangka TR datang ke warung milik Trisna Juwita. Tersangka kembali mengutarakan niatnya menikahi korban, serta minta agar korban berhenti berjualan. Akan tetapi permintaan tersebut kembali ditolak. Keduanya terlibat cekcok.


Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X