Kamis, 5 Desember 2019

Kakek Tunawisma di Bekasi Tusuk Pemuda hingga Tewas

- 15 Oktober 2019, 18:13 WIB
TERSANGKA RD (69) turut dihadirkan saat rilis kasus penusukan yang dilakukannya hingga menewaskan seorang pemuda di Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa, 15 Oktober 2019. Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap RD yang disinyalir mengalami gangguan mental.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Seorang kakek tunawisma, RD (69), terancam menghabiskan sisa hidupnya di penjara akibat perbuatannya menusuk M. Zukri (27) hingga tewas. Namun penyidik Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota akan terlebih dulu menguji kondisi kejiwaan RD.

"Akan ada tes oleh psikiater terhadap tersangka, karena ada indikasi yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan meski pada pemeriksaan awal masih kooperatif menjawab pertanyaan penyidik," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota Komisaris Arman saat menggelar rilis di Mapolrestro Bekasi Kota, Selasa, 15 Oktober 2019.

Peristiwa penusukan yang dilakukan RD, terjadi di Jatiwaringin Asri Pondok Gede, Minggu, 13 Oktober 2019. Kejadian bermula saat korban melintas pos yang sehari-hari ditempati RD untuk tinggal. "Saat papasan itu, ada cekcok mulut di antara pelaku dan korban. Katanya karena pelaku tidak suka dilihat oleh korban saat melintas itu," kata Arman.

Namun cekcok mulut di antara keduanya berlanjut dengan pelemparan batu yang dilakukan korban hingga mengenai lengan pelaku. Perbuatan itu nyatanya membuat pelaku naik pitam dan refleks mencabut sebilah pisau yang selalu dibawanya ke mana-mana.

Ujung pisau dihunuskannya ke bagian dada hingga korban tersungkur. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mas Mitra untuk mendapatkan pertolongan medis, tapi nyawanya tak tertolong. "Tikaman pisau yang mengenai rusuk bagian kanan yang mengakibatkan korban tewas," kata Arman.

Adapun pelaku, segera diamankan warga setempat ke polisi karena tak lantas melarikan diri pascamelakukan aksinya. Pelaku diamankan berikut barang bukti pisau yang digunakan menusuk korban. "Terhadap pelaku, kami akan jerat dengan pasal 338 atau 351 ayat (3) KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara," ucap Arman.***



Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

X