Menelusuri Sejarah Nama Tanah Sareal

- 15 Oktober 2019, 18:15 WIB
KENDARAAN melintasi Kantor Kelurahan Tanah Sareal, Jalan Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa, 15 Oktober 2019. Penamaan Tanah Sareal bermula dari pembelian tanah di kawasan tersebut dengan seharga satu real permeter oleh orang Arab, sehingga warga menyebut kawasan itu Tanah Sareal.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

LATIFA Fitria (33), hanya bisa menggelengkan kepalanya saat ditanya soal asal mula nama Tanah Sareal. Wanita yang sejak lahir tinggal di Tanah Sareal itu sama sekali tak mengetahui sejarah Tanah Sareal.

“Kurang begitu hafal, kalau almarhum orang tua mungkin tahu. Dahulu, kakek juga juragan delman di Sareal, beliau lebih paham. Kalau saya enggak tahu menahu,” ujar Latifa Fitria saat dijumpai “PR”, Selasa, 15 Oktober 2019.

Nama Tanah Sareal memang cukup mashur. Selain dikenal sebagai salah satu kecamatan terluas di Kota Bogor, perkembangan wilayah Tanah Sareal juga sangatlah pesat.  Mulai dari perumahan kelas menengah, elite, mal, pusat perniagaan, sekolah dan universitas, hingga pembangunan tol, semua ada di Tanah Sareal.

Namun demikian, tak banyak yang tahu asal muasal nama Tanah Sareal. Tak ada yang menyangka, jika dahulu Tanah Sareal hanyalah sebuah wilayah yang dibanderol seharga satu real permeter. Hal tersebut dituturkan salah seorang budayawan Kota Bogor sekaligus penulis buku Toponimi asal usul nama di kawasan Bogor, Eman Sulaeman (82).

Berdasarkan cerita dari sesepuh Tanah Sareal, penamaan wilayah Tanah Sareal dahulu berawal dari salah seorang tuan tanah dari Arab yang membeli tanah di kawasan tersebut pada era abad ke 15. Pada era tersebut, kawasan Tanah Sareal memang dikenal sebagai tanah lapang, tempat berkumpulnya orang Belanda untuk bermain dan berolahraga.

Pendatang dari Arab tersebut, kemudian membeli tanah di kawasan tersebut dengan harga satu real per meter, dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai lahan perkebunan.

“Dahulu memang harga semeternya sereal. Zaman abad ke-15, di mana perkembangan Islam dimulai. Dahulu Padjajaran sudah terkenal sampai ke negeri seberang, maka dari itu orang Arab datang ke Padjajaran, dan membeli tanah seharga sereal permeter, dari situ warga akhirnya menyebut kawasan itu sebagai kawasan Tanah Sareal,” tutur Eman Sulaeman.

Pada zaman dahulu, uang satu real atau kurang lebih dua sen bisa dibilang sangat berharga. Apalagi, dahulu masyarakat Bogor merupakan masyarakat agraris. Semenjak dibeli orang Arab, kawasan tersebut kemudian berubah menjadi hutan karet.

“Menurut sesepuh di sana, dulu memang Tanah Sareal itu tanahnya paling luas, dulu depan Goodyear (GOR Padjajaran) itu dulu hutan belantara, kebun karet, tak banyak yang tahu memang, tapi masyarakat perlu tahu sejarah asal usul nama daerahnya,” kata Eman.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X