Rabu, 29 Januari 2020

Ayah TKW Terdampar di Irak Datangi DPRD Karawang

- 15 Oktober 2019, 13:17 WIB
AYAH TKW Septiani, didampingi Ketua BPD Walahar saat menunjukan foto anaknya yang terdampar di Irak, di Gedung DPRD Karawang, Selasa, 15 Oktober 2019.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Informasi mengenai dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampar di Irak ternyata bukan isapan jempol belaka. Abdul Rohman Rudiyanto (47), ayah dari salah seorang TKW tersebut, Septiani Almukaromah (24), mendatangi Press Room DPRD Kabupaten Karawang, Selasa, 15 Oktober 2019, membeberkan kronologi keberangkatan anaknya ke Irak.

"Anak saya memang pergi ke Timur Tengah untuk bekerja. Tapi saya tidak tahu kalau dia akan dipekerjakan di Irak," ujar Rohman, warga Desa Walahar Rt.18/004, Kecamatan Klari.

Menurut dia, Septiani pergi ke Timur Tengah sejak Mei 2019, pertengahan bulan Puasa silam. Anaknya pergi mencari penghasilan kerena ingin membantu ekonomi orang tuanya.

Septiani juga dua kali putus kuliah karena terbentur biaya. "Awalnya anak saya kuliah di Unindra, Ciputat, Jakarta. Kerena kekurangan biaya dia pindah ke STIMIK Kharisma Karawang, namun hanya sampai semester 2. Kuliahnya kembali gagal karena tidak ada biaya dan akhirnya memilih bekerja di luar negeri," kata Rohman.

Dijelaskan juga, sejak anaknya pergi ke luar negeri, komunikasi tidak pernah terputus. Terakhir, Septiani minta pulang, karena kerap diperlakukan kasar oleh majikannya di Irak.

Info dari sosial media

Rohman datang ke Press Room DPRD bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Walahar, Syihabudin Ismaya. Syihab pula yang akhirnya menemukan alamat Septiani di Irak.

"Sejak ada info di media sosial yang menyatakan seorang TKW asal Walahar terdampar di Irak, saya terus menggali informasi. Akhirnya saya bisa langsung berkomunikasi dengan Septiani," kata Syihab.

Dalam percakapan melalui medsos itu, Septiani mengaku menjadi pembantu pada keluarga H. Basar, yang beralamat di Delall Zakho Blok B4 Irak. Namun hingga sekarang dia belum menerima gaji.

"Sebelum bekerja di keluarga H. Basar, Septiani semoat bekerja di keluarga lainnya. Tetapi baru sebulan dia dikembalikan ke tempat penampungan TKW di Irak dengan alasan kerjanya tidak benar," tutur Syihab, menirukan cerita Septiani.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X