Tank Baja Belanda Mau Menyerang Pamarican Namun Mogok dan Tercebur ke Sungai

- 15 Oktober 2019, 08:52 WIB
PENGALI pasir hilir mudik di sekitar tank baja yang tertimbun pasir dan terendam air di wilayah sungai Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Senin 14 Oktober 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Musim kemarau yang berkepanjangan menimbulkan permukaan air sungai Citanduy terus menyusut. 

Kondisi ini seringkali dimanfaatkan sebagian warga untuk melihat tank baja peninggalan zaman penjajahan Belanda yang terendam di Sungai Citanduy. 

Tepatnya di sungai citanduy wilayah Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. 

"Tank baja itu masih terkubur pasir hingga sekarang ini. Otomatis, walaupun mendekat dipastikan tak kelihatan. Apalagi, airnya juga masih dalam sekarang ini," ujar seorang penggali pasir, Solihin (45) warga sekitar, Senin 14 Oktober 2019.

Kendati itu, di antara warga masih ada yang merasakan penasaran atas keberadaan tank baja tersebut. Dibuktikan banyak warga yang melihat dari pinggir sungai, walaupun dari kejauhan. 

Seorang warga Banjar lainnya, Sulaeman (73), tank baja itu salah satu bukti sejarah sisa perang pada saat penjajah Belanda tempo dahulu. Menurut cerita orangtua dahulu, saat itu penjajah Belanda mau melintas dengan  tujuan Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Bergeser 300 meter

Saat memasuki wilayah Parungsari diduga jenis Panser itu mogok. Selanjutnya, oleh rakyat diceburkan ke Sungai Citanduy dari tikungan Batu Engko. 

Ada lagi cerita yang menyebutkan, tank baja tersebut diberhentikan rakyat. Kemudian dirampas dan digulingkan ke Sungai Citanduy. 

Menyusul bencana Gunung Galunggung meletus sekitar tahun 1982, tank baja bergeser sekitar 300 meter dari lokasi sekarang ini.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X