Kamis, 4 Juni 2020

DAS Cileungsi dan Cilamaya Tercemar, Pemprov Jabar Sidak Besar-besaran

- 11 Oktober 2019, 19:46 WIB
PETUGAS gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kepolisian Daerah Jawa Barat memeriksa limbah di salah satu pabrik wilayah Kabupaten Purwakarta, Jumat, 11 Oktober 2019 dini hari. Pemeriksaan dalam inspeksi mendadak itu sebagai tahap awal penanganan pencemaran Sungai Cilamaya oleh Pemerintah Provinsi.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menangani pencemaran di Sungai Cileungsi dan Cilamaya seperti cara menangani Sungai Citarum. Sebagai langkah awal, Dinas Lingkungan Hidup bersama aparat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan.

Penanganan limbah selama ini terkendala keterbatasan kewenangan pada masing-masing pemerintah daerah. "Pemerintah daerah masing-masing saling tuduh bahwa pencemaran dari kabupaten lain," kata Kepala DLH Jawa Barat, Bambang Rianto, Jumat, 11 Oktober 2019.

Padahal, pemerintah daerah sudah seharusnya bertanggung jawab mengawasi pabrik-pabrik di wilayahnya. Sebab, pemerintah daerah setempat yang mengeluarkan izin operasional pabrik tersebut.

"Karena sudah dibiarkan selama bertahun-tahun, jadi pemerintah provinsi ingin membantu menyelesaikan sungai-sungai ini. Pencemaran di sungai-sungai tersebut sudah sangat parah, sangat berat," tutur Bambang.

Karena itu, sidak kali ini dilakukan secara besar-besaran terhadap lebih dari 20 pabrik di sepanjang Sungai Cileungsi dan belasan lainnya di Cilamaya. Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan DLH dan Kepolisian Daerah Jawa Barat.

Mereka melakukan sidak selama dua hari berturut-turut. Diawali pada Kamis, 10 Oktober 2019 dini hari di Daerah Aliran Sungai Cileungsi dan di sepanjang DAS Cilamaya pada Kamis tengah malam hingga dini hari berikutnya.

"Yang kami datangi itu perusahaan yang belum ditangani sebelumnya oleh Polda dan Dansektor Citarum Harum. Itu sisanya yang berdasarkan informasi dari kabupaten terkait itu yang kita sidak," kata Bambang.

Dari sidak tersebut, DLH masih akan meneliti kandungan limbah sisa industri di laboratorium. Selain mengambil sampel dari setiap pabrik, petugas juga memeriksa instalasi pengolahan air limbah dan perizinannya.

Meskipun demikian, petugas menemukan sejumlah pelanggaran dalam proses pengolahan limbah pabriknya. Bahkan, beberapa perusahaan terindikasi membuang limbah produksinya tanpa diolah terlebih dahulu (by pass).

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X