Jumat, 13 Desember 2019

Narkoba dan Handphone Diselundupkan ke Lapas Purwakarta dengan Cara Dilemparkan

- 11 Oktober 2019, 12:22 WIB
KALAPAS Purwakarta Suprapto menunjukkan barang bukti telepon seluler yang disita dari warga binaan sebelum dimusnahkan, Jumat, 11 Oktober 2019. Petugas seringkali mendapati barang-barang seperti telefon seluler dan narkoba dilemparkan untuk warga binaan dari luar lapas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pengelola Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Purwakarta kesulitan menghentikan penyelundupan benda-benda terlarang ke dalam Lapas. Dari narkoba hingga telepon seluler kerap masuk dengan cara dilemparkan seseorang dari luar kawasan Lapas.

Kepala Lapas Purwakarta Suprapto memastikan jajarannya telah melakukan pengawasan secara maksimal di pintu masuk. "Tapi Lapas ini ada di pusat kota dan tidak jarang kami temukan pelemparan secara langsung," katanya, Jumat, 11 Oktober 2019. 

Dari penggeledahan yang dilakukan selama Februari-September 2019, petugas mendapatkan puluhan unit telepon seluler dari para warga binaan. Petugas juga menyita barang-barang lain yang dilarang seperti sendok, gunting dan pisau lipat.

Benda-benda tersebut dimusnahkan bersamaan dengan kegiatan tes urine yang diikuti seluruh pegawai Lapas Purwakarta. Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika ke-74 tahun ini.

Ditemukannya barang-barang tersebut menunjukkan pengamanan di Lapas Purwakarta masih memiliki celah untuk menyelundupkan barang terlarang. Suprapto berdalih, jumlah personel pengamanan Lapas tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas.

"Jumlah keseluruhan pegawai itu 81 orang, 60 persen di antaranya petugas pengamanan. Secara logika, satu orang penjaga menangani 50 orang warga binaan," kata Suprapto. Ia menyebutkan kapasitas Lapas hanya menampung 250 orang tapi kenyataannya mencapai 500 orang lebih.

Karena itu, Suprapto mengakui jumlah personel pengamanan di dalam Lapas belum ideal. Sehingga, selama ini ia pun kesulitan untuk menangkap pelaku penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.

Upaya yang dilakukan saat ini hanyalah dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada. "Yang terpenting barangnya bisa ditemukan sebelum diambil warga binaan," kata Suprapto menegaskan.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X