Berwisata Sampai Nyasar di Hegarmukti

- 11 Oktober 2019, 08:56 WIB
WARGA menikmati suasana sore sambil mancing di Rawa Binong Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019. Berlabel desa wisata, Hegarmukti diajukan menjadi yang terbaik di Indonesia.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Di lokasi ini arus air lebih kuat. Sehingga, tanpa dikayuh, sepeda air maupun perahu akan dibuat terombang-ambing di tengah danau hingga masuk ke hutan. “Pada posisi terombang-ambing ini, kami buat pengunjung seakan-akan nyasar,” ucap Doni.

Pada rute ini, pengunjung masuk ke hutan dan berjalan-jalan di dalamnnya. Terdapat sumur di dalam hutan yang sengaja dibuat untuk membuat situasi agak menyeramkan. “Bagi yang senang cerita mistis tentu akan senang ke sumur itu, tapi yang takut mah takut aja. Cuma memang kalau takut kami langsung alihkan ke tempat lain yaitu ada warung di tengah danau dan hutan,” ucap dia.

Warung tersebut sengaja dibuat sebagai check point bagi pengunjung yang lelah terombang-ambing arus danau hingga berjalan di tengah hutan. “Perjalanan ini bisa sampai sore. Kalau yang paket sehari itu selesai sampai di sini. Tapi yang menginap, bisa menikmati matahari tenggelam dan paginya matahari terbit di sekitar danau,” ucap Doni.

Terjangkau

Paket wisata ini terbilang murah yakni Rp 1,2 juta untuk yang menginap dan Rp 600.000 untuk berwisata sehari. Harga tersebut dihitung untuk satu kelompok, maksimal lima orang.

Terdapat rumah panggung berukuran besar yang bisa digunakan untuk para pengunjung bermalam. Rumah yang dinamakan bale Panyendangan yang berarti rumah singgah dapat memuat hingga 10-15 orang. Selain itu, terdapat sembilan rumah singgah lainnya milik warga yang bisa digunakan untuk wisatawan beristirahat.

loading...

Tidak hanya nuansa alam yang disuguhkan, wisata budaya pun turut diangkat di Desa Hegarmukti ini. Memasuki semester kedua pada tiap tahunnya selalu digelar Festival Budaya Rawa Binong. Dalam beberapa kali penyelenggaraan, kegiatan ini mampu menyedot sejumlah animo warga.

“Karena bagaimana pun juga, kebudayaan asli daerah tetap menjadi kebanggaan bagi kami. Sedangkan bagi pengunjung itu menjadi daya tarik tersendiri. Maka potensi budaya dan alam ini yang kami tawarkan di desa wisata,” ucapnya.

Jumlah pengunjung terus meningkat

Berdasarkan hasil pencatatan Kelompok Sadar Wisata Rawa Binong, kata Doni, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Sedikitnya 16.800 wisatawan domestik dan 3.360 wisatawan asing mengunjungi Rawa Binong sepanjang tahun 2017.

Namun, ingar bingar Pilkades Serentak 2018 justru membuat jumlah wisatawan menurun yakni 10.080 wisatawan domsetik dan 1.680 wisatawan asing. Kendati begitu, tahun ini jumlah pengunjung meningkat signifikan hingga mencapai 18.480 wisatawan domsetik dan 5.040 wisatawan asing.

Halaman:

Editor: Endah Asih


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X