Sabtu, 14 Desember 2019

Menjaga Tradisi Lewat Lomba Perahu

- 10 Oktober 2019, 21:55 WIB
PESERTA mengikuti kegiatan Peh Cun di Sungai Cimanuk, Indramayu, Kamis, 10 Oktober 2019. Tradisi tersebut merupakan warisan dari warga Tionghoa.*/GELAR GANDARASA/PR

BELASAN pemuda nampak berpacu mendayung sampan di Sungai Cimanuk untuk sampai lebih dahulu ke garis akhir. Mereka bergotong-royong mendayung sekuat tenaga mengalahkan para saingannya. Sampan yang tiba lebih dahulu di garis akhir disambut sorak sorai para penonton. Tatkala perahu saling bersenggolan, penonton pun dibuat cemas campur senang.

Cara dan aturan mainnya memang terbilang sederhana. Namun siapa sangka, kegiatan yang dinamakan Peh Cun itu merupakan warisan budaya Tiongkok yang ada di Kabupaten Indramayu. Sejarawan Indramayu Dedy Musashi mengatakan, Peh Cun merupakan festival Tionghoa yang kental dengan perahu naga.

Pada festival tersebut para peserta akan mendayung perahu berhias kepala naga. Di Kabupaten Indramayu sendiri, Peh Cun sudah masuk sejak tahun 80 an. “Biasanya diikuti oleh para nelayan. Cukup banyak nelayan di Indramayu mengingat letak geografisnya yang dekat dengan lautan,” ungkap Dedy, Kamis, 10 Oktober 2019.

Biasanya Peh Cun dilakukan pada hari-hari besar Tionghoa seperti Imlek. Namun kini tradisi tersebut coba dilestarikan setahun sekali bertepatan saat hari jadi Kabupaten Indramayu. Dengan kegiatan itu, diharapkan warga bisa mengenang masa-masa Peh Cun digemari sebagai salah satu rangkaian festival.

Dedy menambahkan, Indramayu merupakan salah satu wilayah perkembangan Tiongha di wilayah utara Jawa Barat. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya klenteng berusia tertua yang terletak di sekitar kawasan Bandar Cimanuk. Lewat klenteng itu, perkembangan Tionghoa di Indramayu seolah tak bisa dilepaskan begitu saja dari perkembangan daerah.

Dalam Peh Cun, intinya para peserta bergotong royong mendayung perahu mereka untuk sampai pertama kali di garis akhir. Melalui kegiatan tersebut bisa memupuk kerja sama untuk mencapai suatu tujuan. “Biasanya perahu dihiasi kepala naga di bagian depan,” katanya.

Keberadaan Peh Cun memang menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Oleh sebab itulah, setiap tahunnya selalu dimasukkan ke dalam rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Indramayu. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Carsim mengatakan, Peh Cun merupakan bagian sejarah yang mesti diingat dan dilestarikan oleh warga Kabupaten Indramayu.

Betapa tidak, lewat kegiatan itu secara langsung bisa mempertahankan kegiatan tradisional yang sudah berlangsung sejak lama. Carsim pun memastikan, pemerintah daerah akan menjaga warisan budaya tersebut. “Kami akan mempertahankan tradisi Peh Cun di Cimanuk,” ucap dia.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X