Razia Tempat Hiburan Malam yang Serasa Kunjungan Kerja

- 10 Oktober 2019, 09:44 WIB
ILUSTRASI penutupan tempat hiburan malam.*/DOK. PR

Satpol PP menyangkal bila dinilai tidak berdaya hadapi pengusaha hiburan malam

Tepat setahun lalu, Selasa, 9 Oktober 2019, Satpol PP sebenarnya berhasil menyegel puluhan tempat hiburan. Hanya, segel itu bertahan cukup dua pekan saja sebelum akhirnya dibuka paksa oleh oknum pengelola tempat hiburan. Ironisnya, Pemkab Bekasi tidak berdaya melaporkan perusakan segel itu ke pihak berwajib.

Tempat hiburan yang merusak segel itu kembali didatangi oleh Satpol PP, pada malam itu. Kembali, perusakan segel itu tak sedikit pun dibahas dalam razia yang mirip kunjungan kerja itu.

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP, Kadarudin, mengatakan, dia menyangkal apabila dinilai tidak berdaya menghadapi nakalnya tempat hiburan malam. Dia mengklaim, pihaknya tetap pada pendirian yakni menegakkan aturan.

“Kami saat ini terdiri dari unsur TNI, Polri, PM, Dinas Pariwisata dan Dinas Sosial melaksanakan patroli gabungan. Sesuai ketetapan Perda /2016 tempat hiburan harus tutup,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada patroli tersebut, pihaknya telah berhasil menutup sejumlah tempat hiburan yang masih beroperasi. Menurutnya, hal tersebut merupakan perwujudan dari ditegakkannya aturan.

“Temuannya tadi di Jababeka masih beroperasional seperti karaoke Yahoo, kami suruh keluar dan suruh tutup. Tetap kami berupaya agar pengusaha mematuhi peraturan daerah yang berlaku di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Meski demikian, dia tidak menjelaskan sejauh mana patroli dilakukan. Terlebih, pada patroli itu, personel gabungan justru melewati sejumlah tempat hiburan besar yang beroperasi di kawasan Lippo Cikarang. “Untuk selanjutnya kami menunggu arahan pimpinan,” katanya.***

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X