Minggu, 19 Januari 2020

Limbah Kulit Rajungan yang Bau Menyengat Bisa Diolah Jadi Tepung

- 9 Oktober 2019, 14:04 WIB
LIMBAH kulit rajungan kini bisa diolah menjadi tepung.*/DODO RIHANTO

KARAWANG, (PR).- Desa Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, dikenal sebagai sentra produksi daging rajungan kupas. Produk desa itu diekspor ke berbagai belahan negara, seperti Amerika,  Tiongkok, Hongkong, dan juga Malaysia.

Hanya saja, para produsen rajungan kupas itu kesulitan memusnahkan limbah kulit rajungan yang semakin menumpuk. Selama itu, kulit rajungan dibuang ke tempat pemakaman umum atau di pematang tambak.

Bau menyengat kerap terbawa hingga ke pemukiman warga. Hal tersebut tentunya menimbulkan permasalahan tersindiri bagi warga Pasirputih.

"Mau bagai mana lagi, kondisi ini sudah menjadi resiko kami," ujar seorang produsen daging rajungan kupas, Rambudi, Rabu 9 Oktober 2019.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Pasirputih, Abdul Ghofur menyebutkan, di Desa Pasirputih ada 120 perahu nelayan yang tidak pernah mengenal musim dan selalu beroperasi. Kalau sedang musim, nelayan Pasirputih bisa menangkap rajungan 5 ton per hari.

Rajungan sebanyak itu langsung diolah menjadi rajungan kupas olah para perajin setempat. Semakin lama, cangkang rajungan  menumpuk di beberapa titik desa.

"Limbah rajungan ini sebenarnya ada yang menampung tapi harganya sangat murah,  hanya Rp 50 ribu rupiah per ton," kata Abdul Ghofur.

Jadi pakan ternak

Keluhan warga Sukajaya ternyata menjadi perhatian Tim Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) Universitas Singaperbangsa (Unsika) Karawang. Mereka tertantang untuk menciptakan mesin pengolah cangkang rajungan itu.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X