Senin, 20 Januari 2020

Tujuh Bangunan Rusak Parah Tertimpa Bebatuan 200 Ton

- 8 Oktober 2019, 19:18 WIB
PETUGAS kepolisian, dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta berada di dekat rumah yang rusak akibat tertimpa batu besar, Selasa, 8 Oktober 2019. Kejadian itu diduga dipicu aktivitas pertambangan.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Proses evakuasi warga dibantu petugas DPKPB daerah setempat. Jajaran Kepolisian Resor Purwakarta juga terlihat di lokasi untuk mengantisipasi kemarahan warga yang menuntut pertanggungjawaban kepada perusahaan tambang terkait.

"Evakuasi warga akan dilakukan mengingat masih ada satu bahan peledak yang sudah ditanam tapi belum diledakan," kata Kepala DPKPB Purwakarta Wahyu Wibisono saat dihubungi Pikiran Rakyat. Akan tetapi, penanganan kasus tersebut dilakukan oleh kepolisian.

Unsur kelalaian

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta Ajun Komisaris Handreas menyelidiki unsur kelalaian dari pihak perusahaan. "Dugaan sementara diakibatkan oleh penanganan blasting yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur yang seharusnya," katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan peledakan biasa dilakukan dalam pertambangan. Bahan peledak diletakkan pada massa batuan dengan tujuan bongkar dan lepas bahan galian dari batuan induknya, memecah, dan memindahkan batuan atau membuat rekahan.

Sampai saat ini, Handreas belum mengatakan rencana pemeriksaan terhadap perusahaan pertambangan tersebut. "Petugas masih fokus pada pengaman di lokasi sambil melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.***

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X