Rabu, 11 Desember 2019

Tujuh Bangunan Rusak Parah Tertimpa Bebatuan 200 Ton

- 8 Oktober 2019, 19:18 WIB
PETUGAS kepolisian, dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta berada di dekat rumah yang rusak akibat tertimpa batu besar, Selasa, 8 Oktober 2019. Kejadian itu diduga dipicu aktivitas pertambangan.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Sedikitnya enam unit rumah dan satu bangunan sekolah rusak akibat tertimpa batuan berukuran besar di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Kejadian itu diduga akibat aktivitas pertambangan.

Masyarakat menuding aktivitas tambang di dekat permukiman mereka menggunakan bahan peledak. "Ledakan itu sepertinya telah memicu batu-batuan besar dari gunung jatuh menimpa rumah warga," kata Kepala Desa Sukamulya, Oded, di lokasi kejadian, Selasa, 8 Oktober 2019. 

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 13.00 WIB. Dari data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta, tercatat sebanyak tujuh bangunan yang mengalami kerusakan parah karena tertimpa material batu.

Selain itu, batu yang jatuh menggelinding dari ketinggian hingga 500 meter juga menghancurkan pepohonan dan jalan yang biasa digunakan warga. Lintasan jatuhnya batu seberat sekitar 200 ton itu menimbulkan cekungan sedalam beberapa cm.

"Batu yang jatuh tak terhitung jumlahnya. Dari mulai yang seukuran kepala sampai yang seukuran rumah," ujar Oded.

Namun, ia bersyukur tidak ada warga yang menjadi korban jiwa maupun luka-luka karena warga tengah beraktivitas di luar ruangan pada saat kejadian.

Rumah yang terdampak rata-rata merupakan rumah permanen yang sudah lama ditempati warga. Menurut Oded, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi meskipun aktivitas pertambangan di wilayahnya sudah berlangsung lama.

Setelah kejadian tersebut, banyak warganya yang mengaku trauma. "Untuk menghindari kejadian susulan, sekitar 20 kepala keluarga kami evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Sampai ada kejelasan dari perusahaan," katanya.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X