Minggu, 8 Desember 2019

Kurang Diperhatikan Pemkab Cianjur, Wisata Air Jangari Tertinggal di Banyak Aspek

- 6 Oktober 2019, 20:16 WIB
SEJUMLAH kendaraan berlalu lalang di area pintu masuk Wisata Jangari, Kabupaten Cianjur, beberapa waktu lalu. Wisata air yang cukup populer itu, hingga saat ini masih kurang diperhatikan pemkab setempat meskipun mampu menyumbang pendapatan daerah yang tinggi.*/SHOFIRA HANAN/PR

WISATA Jangari terus bergeliat dengan "kaki" sendiri, karena tak dilirik pemerintah terlalu banyak. Pengelolaan lokasi wisata yang justru diabaikan itu, membuat salah satu destinasi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggal cukup banyak dari berbagai aspek.

Wakil Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Wana Wisata Jangari, Hendrawan, mengatakan, pemerintah kabupaten sudah terlalu ketinggalan dalam keterlibatannya mengelola Jangari.

Ia mengatakan, mulai dari area parkir, wahana tambahan, penyediaan perahu untuk menyusuri perairan, area rumah makan terapung, hingga wisata motor ATV,  merupakan inisiasi dari Kompepar.

“Sampai sekarang, justru masyarakat setempat yang sibuk menambah ini dan itu untuk mendongkrak wisata. Banyak sekali, wahana yang dibuat oleh Kompepar,” ujar dia, belum lama ini.

Hal itu sangat disayangkan, karena Pemkab Cianjur justru tidak terlibat dalam proses pengelolaan hingga saat ini. Akan tetapi, PAD Jangari terus ditingkatkan setiap tahunnya.

Menurut informasi yang diperoleh, pada tahun ini target PAD Jangari mencapai Rp 400 juta. Jumlah tersebut diambil dari tiket masuk ke area wisata Jangari.

“Jadi perda pariwisatanya terus dipasang, tapi kontribusi tidak ada. Aset pemda tidak ada yang dikembangkan di Jangari,” ucapnya.

Hendra menyayangkan, keterlibatan daerah tidak ada tapi mereka terus mendapat keuntungan dari retribusi tiket. Ia menegaskan, hasil retribusi tiket seluruhnya masuk ke kas daerah.

Minimnya perhatian, terjadi pula pada aspek kebersihan area wisata. Menurut dia, tidak ada sama sekali armada pengangkut sampah yang masuk ke wilayah tersebut. Lagi-lagi, Kompepar harus berinisiatif untuk menyediakan fasilitas agar tidak mengotori lokasi wisata.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X