Rabu, 11 Desember 2019

Jejak Batalyon Peta di Tasikmalaya yang Tinggal Tugu Kusam dan Berganti Mal Megah

- 4 Oktober 2019, 23:48 WIB
TUGU penanda keberadaan Batalyon Peta berdiri di tepi Jalan Veteran, Kota Tasikmalaya, Jumat, 4 Oktober 2019. Tugu sarat informasi sejarah tersebut terpojok mal dan deretan pertokoan dengan kondisi kusam.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TUGU bercorak loreng hijau dengan helm tentara bertengger di atasnya itu tak menonjol dan menarik perhatian pejalan kaki dan pengendara yang melintasi deretan pertokoan, Jalan Veteran, Kota Tasikmalaya, Jumat, 4 Oktober 2019 sore. Kendati berada di depan sebuah pusat perbelanjaan, lokasinya berada paling pojok dekat bangunan anjungan tunai mandiri (ATM). Para pelintas dari arah Nagarawangi atau dari Pasar Wetan yang tak awas matanya kemungkinan besar melewatkan tugu tersebut. 

Kehadirannya seperti noktah kecil atau mungkin tertelan  kemegahan bangunan pusat perbelanjaan yang lebih mencolok. Padahal, tugu itu punya nilai sejarah tentang keberadaan markas tentara sukarela Pembela Tentara Tanah Air (Peta) di Tasikmalaya.

Serdadu yang didirikan oleh Jepang selama masa pendudukannya di Tanah Air punya kontribusi sangat besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Unsur-unsur pemuda Peta menjadi bagian Badan Keamanan Rakyat yang kemudian menjadi Tentara Keamanan Rakyat yang berdiri pada 5 Oktober 1945. 

Di Peta, para pemuda digembleng kemampuan militer yang menjadi bekal mereka saat berjuang melawan agresi Belanda serta melucuti persenjataan Jepang yang kalah perang. Akan tetapi, jejak bersejarah Peta di Tasikmalaya bukan hanya tak menyita perhatian.

Keberadaan tugu tersebut juga tampak kusam. Hanya secul tulisan pada tugu yang bisa menjadi penanda nilai sejarahnya. "Lokasi ini bekas Batalyon Peta Dai Ichi & Dai Ni Dai Dan," demikian tulisan yang tertera di badan tugu. Peresmian tugu berlangsung pada 13 Juni 2000 oleh Panglima Kodam III/Siliwangi saat itu Mayor Jenderal TNI S Supriadi, SIP, Msc. 

Bagian bawah tugu juga bertuliskan pesan Presiden Sukarno mengenai kiprah Peta. "Peta adalah alat yang vital bagi revolusi kita dan mereka adalah patriot dan pahlawan revolusi dalam mencapai Indonesia merdeka," tulis Bung Karno. Lalu di mana dan bagaimana bentuk markas Peta Tasikmalaya? Ternyata bangunan tersebut telah lenyap dan berganti pusat perbelanjaan tersebut.

Sebelum menjadi pusat perbelanjaan, lahan bekas markas sempat pula menjadi Terminal Gunungpereng. Hal itu dituturkan Didi, pria 76 tahun, juru kebersihan di RT 1 RW 1, Gunungpereng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung. Sekira 1987, terminal dibongkar. "Pindah ke Cilembang terminal teh," ucap Didi di Gunungpereng, Jumat (4/10/2019). Didi juga mengaku pernah mendengar keberadaan markas Batalyon Peta Tasikmalaya di lokasi tersebut.

Tetapi ia tak terlalu paham bagaimana cerita para pemuda yang berlatih di markasnya. Namun, ia menegaskan kawasan Gunungpereng memang merupakan kawasan militer atau tempat berlatih prajurit tempo dulu.

"PR" sempat menanyakan kisah markas Peta Tasikmalaya kepada Zainal Aboedin Alamsyah (87), Ketua ‎Harian Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Legiun Veteran RI Tasikmalaya beberapa waktu lalu.  Aboedin menyebut terdapat dua markas Batalyon Peta di kawasan Priangan Timur. Selain di Tasikmalaya, markas Peta lain berada di Pangandaran. 


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X