Minggu, 5 April 2020

Jumlah Penumpang BIJB Turun, Perusahaan Kendaraan Shuttle Merugi

- 3 Oktober 2019, 15:37 WIB
PENUMPANG yang memanfaatkan kendaraan shuttle dari dan ke Bandara Kertajati jumlahnya terus menurun.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah awak shuttle yang mengangkut penumpang dari dan menuju Bandara Kertajati mengeluhkan minimnya penumpang. Tiga bulan berjalan malah menunjukan tren penurunan penumpang, kondisi ini cukup merugikan perusahaan.

Perusahaan shuttle juga berharap PT BIJB memiliki cadangan listrik agar ketika terjadi mati listrik, penerbangan masih bisa berjalan demikian juga armada dan tennan tidak terganggu, sehingga bisa mengurangi kerugian.

Menurut keterangan sejumlah pengemudi shuttle setiap keberangkatan jumlah penumpang paling banyak 5 hingga 6 penumpang saja dari kapasitas tempat duduk sebanyak 10 kursi. Kecuali hari libur Sabtu dan Minggu atau malam hari terakhir penerbangan sekitar pukul 21.00 WIB, kursi bisa terisi hingga 8 penumpang.

Tohari driver Bhineka jurusan Bandara-Bandung mengatakan, kendaraan yang dikemudikannya nyaris tidak pernah terisi penuh. Paling banyak hanya terisi 8 kursi di saat libur, sisanya kosong. Malah di hari-hari biasa terkadang hanya terisi 3 orang saja atau lima orang.

Meski demikian perusahaanya tetap mengoperasikan sejumlah kendaraan untuk mengangkut calon penumpang menuju bandara atau sebaliknya ke Bandung dengan biaya operasional yang tinggi.

“Kami sebagai driver tentu tidak rugi, hanya mungkin perusahaan karena ongkos murah, jumlah penumpang sedikit sementara BBM dan tol tetap dikeluarkan dengan harga yang sama,” ungkapnya.

Tiga keberangkatan

Hal yang sama juga disampaikan Asda pengemudi shuttle Budiman  jursan Tasikmalaya-BIJB yang perusahaannya menyediakan tiga keberangkatan mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kendaraan berkapasitas 6 orang sering kali hanya terisi 4 hingga 5 orang saja. Malah katanya terkadang satu atau dua orang.

“Tiket kendaraan masih promo hanya Rp 90.000 per orang,” kata Asda.

Lebih parah untuk shuttle jurusan Majalengka-Cikijing jumlah penumpang paling terisi 1 hingga tiga persenan sana. Makanya sering kali kendaraan kosong. Beruntung dari titik-titik persinggakan bisa terisi sehingga bisa membantu jumlah kerugian akibat tumpangan dari bandara atau menuju bandara masih sedikit.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X