Kamis, 23 Januari 2020

Kisah Lenyapnya Kolam Renang Bersejarah dan Bukit Gunung Singa di Tasikmalaya

- 28 September 2019, 11:54 WIB
KOLAM renang Gunung Singa sebelum dibongkar pada 1985.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Di atasnya, terdapat pula saung panenjoan guna melihat pemandangan kota. "Bukit ini titik tertinggi ‎Kota Tasikmalaya," ucap dia di rumahnya, Minggu 22 September 2019.

Dia mengatakan, pemandangan Situ Gede yang jaraknya cukup jauh terlihat dari puncak Gunung Singa.‎

Gani juga mengonfirmasi keberadaan sirine di atas bak air yang juga berada di puncak Gunung Singa. "Kalau ada kondisi gawat buka puasa, atau sahur, sirine berbunyi sampai terdengar ke Kawalu," ujarnya.‎

Sirine dibunyikan langsung dari markas tentara yang berlokasi di dekat bukit tersebut. Sementara sumber air bak berasal dari Cibunigeulis yang disalurkan melalui pipa.

Untuk kolam renang, Gani mengingatnya tak hanya sebagai tempat rekreasi air semata. Kolam renang itu juga dipergunakan untuk latihan olah raga air para pelajar.

"Latihan di sini, pertandingan juga di sini," ucapnya.

Selain perosotan dan pancuran, kolam renang dilengkapi tempat loncatan bagi pengunjung terjun ke air.

Pada 1985, lokasi bersejarah itu mengalami perubahan. Kolam dan bukit yang telah berstatus milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ditukar guling dengan lahan Bioskop Kujang dan Megaria yang berada di depan Masjid Agung.

Kolam renang dan bukit menjadi milik Haji Nisar Ahmad yang dikenal sebagai pengusaha bioskop Tasikmalaya waktu itu.

"Lahan kolam yang hasil tukar guling oleh pak Haji Nisar dirombak (menjadi) gedung Bioskop Parahyangan," kata Gani.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X