Selasa, 26 Mei 2020

Pekan Raya Kabupaten Bekasi 2019 Dikeluhkan, Kudu Bayar dan Tersempil Stan Partai

- 26 September 2019, 08:24 WIB
SEJUMLAH stan berdiri pada Pekan Raya Kabupaten Bekasi di Komplek Stadion Wibawa Mukti, Rabu, 25 September 2019. Sejumlah pengunjung mengeluhkan pemberlakuan tiket masuk pada ajang tahunan tersebut.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

SUSANTI (37) mengaku sudah dua kali mendatangi Pekan Raya Kabupaten Bekasi 2019. Namun, bukan berkunjung mencari hiburan melainkan mengurus administrasi kependudukan, tepatnya mendatangi stan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Seperti tahun sebelumnya, untuk memberi kemudahan pada warga, sejumlah pelayanan publik pun dioperasikan pada PRKB tahun ini, di antaranya pelayanan kependudukan, permohonan perizinan hingga pembayaran pajak.

Namun, upaya memberikan kemudahan itu tidak dirasakan Susanti. Warga Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan ini tetap harus bolak-balik mendatangi stan Disdukcapil untuk mengurus akta kelahiran anaknya.

 “Ya sama saja kayak kalau ke kantor pemda kalau harus bulak-balik begini mah. Ya kan dikirain sehari langsung jadi,” kata Susanti saat ditemui “PR” ketika mengantre di stan Disdukcapil di PKRB yang digelar di Komplek Stadion Wibawa Mukti, Rabu, 25 September 2019.

Susanti mengaku kecewa karena pelayanan tidak bisa dirampungkan dalam sehari. Harapannya dapat memangkas waktu dan biaya pun justru berbanding terbalik. Soalnya, dia pun ternyata harus membeli tiket masuk PRKB sebesar Rp 5.000 per hari.

“Jatuhnya ngurus KK bayar-bayar juga, soalnya ini bayar tiket goceng dikali dua hari jadi Rp 10.000. Belum parkir masuk Rp 3.000 dikali dua hari ya sama saja bayar-bayar juga,” ucap dia.

Seperti edisi sebelumnya, stan Disdukcapil memang menjadi yang paling diminati. Namun, kali ini pengunjung yang ingin mengurus kependudukan terpaksa mengeluarkan uang karena tahun ini PRKB dikenai tiket masuk.

Sebenarnya saat pertama kali dibuka, Jumat, 20 September 2019 malam, PRKB dibuka gratis untuk umum. Namun, mulai hari kedua tiket masuk mulai diberlakukan. Pemberlakukan tiket ini berbeda dengan tahun sebelumnya ketika digelar di Lapangan Sukatani.

Pemberlakuan tiket ini menjadi salah satu yang sering dikeluhkan pengunjung. Setiap pengunjung dikenai tiket seharga Rp 5.000 dan Rp 3.000 untuk parkir kendaraan. Namun, berdasarkan pantauan “PR”, setiap kendaraan yang masuk wajib membeli air mineral yang menjadikan biaya parkir kendaraan menjadi Rp 5.000 (tambah air mineral).

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X