Sabtu, 22 Februari 2020

Krisis Air Bersih juga Melanda warga Desa Cikeusal Majalengka

- 25 September 2019, 17:27 WIB
null

MAJALENGKA,(PR).- Ratusan warga di Blok Tarikolot, Desa Cikeusal, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka alami kesulitan air bersih, kini mereka terpaksa memanfaatkan air yang sudah berubah warna dan bau untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Air tersebut juga mereka peroleh dengan cara menariknya dengan pompa dari sungai Cikeusal berjarak sekitar 300 meter kemudian ditampung di kubangan agar air lebih jernih dan menghilangkan bau.

Menurut keterangan sejumlah warga Dina, Imas, dan Suciati, kondisi tersebut sudah mereka lalui selama kurang lebih 3 bulan setelah air pancuran dari mata air serta saluran air mengering akibat kemarau yang terik. Ketika warga mulai kesulitan air yang demikian parah, warga setempat berupaya mencari cara agar warga bsia mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.

“Ketua kampung dan warga akhirnya mencari pompa air kemudian menarik air dari sungai dan mengendapkannya di lubang. Puluhan warga keja bakti membuat logak (kubangan) untuk mengendapkan  air yang ditarik dari sungai dengan pipa plastik,” kata Dina.

Beberapa saat setelah air mengendap di kubangan, warga pun berbondong-bondong menngambil air untuk mandi dan masak ke rumah, dengan menggunakan jerigen, ember dan peralatan lainnya, untuk memenuhi bak mandi. Selain itu warga juga segera mencuci pakaian dan peralatan rumah tangga di lokasi penampungan air.

Disampaikan Imas air ditarik dua kali dalam seminggu, biaya untuk pompa air dan membeli solar warga ditarik iuran masing-masing sebesar Rp 5.000. Walaupun harus mebayar biaya solar, hal ini cukup membantu masyarakat yang jumlahnya mencapai 200 orang di Blok Tarikolot tersebut.

“Air di masukan terlebih dulu ke kubangan agar air sungai bisa lebih jernih dan tidak bau. Karena kalau langsung air sedikit berwarna hijau,” ungkap Imas.

Bahkan menurutnya, ketika air dibawa ke rumah dan disimpan terlalu lama warna air akan kembali berubah dan mengeluarkan bau. Makanya ketika air dibawa ke rumah tidak boleh terlalu lama di tampung.

Untuk mengatasi kesulitan air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka lakukan pengiriman air bersih ke lokasi tersebut dengan tangki berkapasitas 6.000 liter. Adanya pengiriman air bersih ini cukup membantu warga setempat yang sudah lama mendambakan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka Agus Permana mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengirim air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Menurutnya ada banyak dilayah yang mengalami kesulitan air bersih yang tersebar di beberapa kecamatan.***

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X