Kamis, 27 Februari 2020

Aimar Ternyata Seorang Laki-laki

- 24 September 2019, 19:15 WIB
AIMAR ditemani ayahnya saat bermain di kediamannya, di kawasan Haurwangi, belum lama ini. Hasil cek kromosom menyatakan bocah tersebut laki-laki dan perlu menjalani serangkaian proses penyempurnaan alat kelamin.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR). Hasil cek kromoson Aimar Qolbi (3,5) bocah yang alami kelamin ganda akhirnya membuat keluarga bernapas lega. Berdasarkan hasil cek di rumah sakit (RS) Hasan Sadikin, Aimar dinyatakan sebagai laki-laki dengan hasil 54 persen.

Setelah lama kebingungan, hasil tersebut akhirnya mampu membuat keluarga semakin yakin bahwa Aimar memang laki-laki sejak dilahirkan. Harapan untuk terus membesarkan bocah tersebut sebagai laki-laki seolah terpenuhi dan sesuai dengan harapan keluarga.

Bibi dari Aimar, Ela Hayati (47) mengatakan, pemeriksaan tersebut menyatakan jika Aimar sejatinya memang terlahir sebagai laki-laki. Hanya saja, ia memiliki kelamin yang terlihat ganda saat dilahirkan. Atau dalam istilah medis disebut sebagai Hipospadia atau kelainan pada lubang kencing yang tidak terletak di ujung kepala penis dan Undescended Testis (UDT) atau kondisi penis yang tidak berada dalam kantung pelir (skrotum).

”Sekarang setelah ada hasil tes ini, proses agar Aimar bisa menjadi laki-laki sepenuhnya juga masih panjang. Soalnya, dia harus terus suntik hormon setidaknya lima kali,” ujar Ela, Selasa 24 September 2019.

Ela menjelaskan, tim medis memberi tahu untuk menuju tahapan penyempurnaan alat kelamin Aimar, suntik hormon memang dibutuhkan. Hanya saja, biayanya tidak sedikit, setidaknya keluarga harus membayar Rp 700 ribu per satu kali suntik hormon dan tidak dicover oleh BPJS.  

Operasi

Setelah itu, Aimar harus terus menjalani pemeriksaan ke Bandung karena tim medis perlu memantau perkembangan ukuran dan fungsi dari alat kelamin bocah asal Kampung Mareleng, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi itu. Apabila organ vitalnya itu tumbuh dengan baik, barulah Aimar bisa menjalani operasi pembentukan alat kelamin yang sempurna.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim medis perlu membentuk dan membuat saluran kencing yang tepat pada alat kelamin Aimar. Soalnya, selama ini organ vital yang mirip dengan kelamin perempuan memang cenderung berfungsi.

”Prosesnya masih sangat panjang, kami berharap semuanya cepat selesai. Kasihan anaknya juga, dia benar-benar ingin tumbuh sebagai laki-laki,” ujar dia.

Beruntung, sejauh ini sejumlah bantuan dari berbagai yayasan dan lembaga sudah banyak berdatangan. Setidaknya keluarga ditawarkan ongkos menuju Bandung, fasilitas antar jemput, hingga rumah singgah untuk ditempati Aimar dan orangtuanya jika harus kontrol ke Bandung.

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X