Minggu, 31 Mei 2020

KPK Periksa Mantan Ketua DPRD Cirebon

- 20 September 2019, 22:24 WIB
ILUSTRASI korupsi.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Tak sampai seminggu setelah masa jabatannya berakhir, H. Mustofa, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Periode 2014-2019 yang baru berakhir, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan terhadap Mustofa dilakukan di Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Cirebon yang dalam tiga hari terakhir dipinjam KPK sebagai tempat pemeriksaan penyidikan.

Penyidikan KPK terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan gratifikasi Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang disangkakan terhadap mantan Bupati Cirebon, H. Sunjaya Purwadisastra. Sejak Rabu hingga Jumat 18-20 September 2019), tim penyidik KPK memanggili sejumlah Aparat Pegawai Sipil (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.

Informasi yang diperoleh, KPK tengah melakukan penyidikan marathon. Target pemeriksaan penyidikan dilakukan terhadap 57 orang yang statusnya masih sebagai terperiksa.

Mustofa merupakan mantan pejabat yang giliran diperiksa KPK. Tidak ada kejelasan status penyidikan terhadap mantan ketua dewan yang kini masih sebagai anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan ikut dalam penjaringan calon wakil bupati (cawabup) Cirebon.

Tidak banyak komentar

Dia juga tidak banyak komentar saat bertemu wartawan sebelum masuk ke ruangan tempat penyidik KPK menunggu di Mapolresta Cirebon. Mustofa hanya menyapa wartawan dan menanyakan kabar, lalu memilih masuk ke ruangan pemeriksaan penyidikan.

“Apa kabar”, sapa Mustofa sambil berlalu masuk ruangan pemeriksaan kepada awak media yang menunggu di Mapolresta.

Karena berlangsung tertutup, wartawan kesulitan memperoleh informasi materi penyidikan. Para ASN yang sejak Rabu kemarin memenuhi panggilan pun rata-rata memilih bungkam.

Dari mereka yang telah menjalani pemeriksaan, sebagian merupakan ASN baru, sebagian besar dari BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia). Tidak sedikit pula, ASN yang dahulu juga pernah diperiksa KPK terkait dugaan gratifikasi Sunjaya.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X