Jumat, 5 Juni 2020

Dalam Kasus Video Vina Garut, Komnas Perempuan Nilai V Jadi Korban

- 20 September 2019, 20:13 WIB
KUASA hukum tersangka V, Budi Rahadian menunjukan surat rekomendasi yang dikeluarkan Komnas Perempuan agar polisi menghentikan penyidikan terhadap V yang dianggap sebgai korban dalam kasus video

GARUT, (PR).- Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai V, pemeran perempuan dalam kasus video "Vina Garut" merupakan korban. Dengan alasan tersebut, Komnas Perempuan merekomendasikan agar Polres Garut menghentikan penyidikan terhadap V yang saat ini telah dinyatakan sebagai tersangka.

Adanya surat rekomendasi dari Komnas Perempuan untuk Polres Garut tersebut diungkapkan kuasa hukum V, Budi Rahadian. Rekomendasi tersebut tercantum dalam surat bernomor 028/KNAKTP/Pemantauan/Surat Rekomendasi/IX/2019 tertanggal 11 September 2019.

"Isi surat tersebut di antaranya rekomendasi penanganan perempuan berhadapan dengan hukum. Dalam surat itu, Komnas Perempuan menyebut jika V merupakan korban sehingga penyidikan yang dilakukan terhadapnya atas dasar surat nomor LP/A/52/VIII/2019/JBR/RES GRT harus dihentikan," ujar Budi yang ditemui di kantornya, Jumat 20 September 2019.

Dikatakan Budi, dalam surat tersebut juga disebutkan jika Komnas Perempuan telah melakukan penelusuran terkait kasus video "Vina Garut" yang telah menyeret V sebagai salah satu tersangka. Hasil penelusuran, V dinyatakan hanya sebagai korban sehingga kemudian Komnas Perempuan merekomendasikan agar penyidikan yang dilakukan polisi terhadapnya dihentikan.

Komnas Perempuan, tutur Budi, juga meyatakan hasil penelusuran membuktikan bahwa V tidak memenuhi unsur dengan sengaja atau atas persetujuan dalam melakukan adegan tak senonoh sebagaimana terdapat dalam video tersebut. V mau melakukan hal itu karena dirinya berada dalam tekanan akibat adanya ancaman dari tersangka A alias Rayya yang saat itu masih berstatus sebagai suaminya.

Tidak dapat dipidana

"Dalam hal ini V diancam tersangka A alias rayya jika tak mau melakukan adegan dengan tiga pria. Hal inilah yang kemudian juga menjadi alasan Komnas Perempuan menilai jika klien saya itu tidak dapat dipidana," katanya.

Namun demikian diakui Budi jika surat dari Komnas Perempuan itu hanya bersifat sebagai rekomendasi, sedangkan keputusannya tetap berada di pihak penyidik dalam hal ini kepolisian. Hingga saat ini, tambahnya, pihaknya pun masih belum menerima tanggapan dari pihak Polres Garut menyusul adanya rekomendasi tersebut.

Selain merekomendasikan agar penyidikan terhadap V dihentikan, Budi juga menyampaikan dalam suratnya Komnas Perempuan juga merekomendasikan agar V menjalani pemulihan mental. Untuk itu, Komnas Perempuan menyarankan agar V dibawa ke rumah aman, tidak berada di dalam tahanan seperti yang terjadi saat ini.

Selain berkoordinasi dengan Komnas Perempuan, dikatakan Budi pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut untuk masalah pemulihan mental V. Namun semuanya kembali kepada pertimbangan pihak penyidik mengingat ststus V saat ini yang telah ditetapkan sebgai tersangka.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X