Kamis, 12 Desember 2019

Pencemaran Sungai Cileungsi, Ombudsman Panggil Ridwan Kamil

- 20 September 2019, 05:30 WIB
BUIH keluar dari saluran pembuangan di Kampung Rawa Lele, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin, 2 September 2019. Ombudsman Jakarta akan memanggil Gubernur Jawa Barat, perwakilan kabupaten/kota, Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas pencemaran di Sungai Cileungsi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membahas pencemaran Sungai Cileungsi. Mereka menanyakan kesiapan pemerintah provinsi menangani pencemaran sungai yang berhulu di Kabupaten Bogor itu.

Pembahasan rencananya bakal digelar Jumat, 20 September 2019 di Kantor Ombudsman Jakarta. Turut dipanggil Dinas Lingkungan Hidup di empat kabupaten/kota Bogor dan Bekasi, Mabes Polri, dan Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Besok (hari ini) akan kami tanyakan langsung kesiapan pemerintah provinsi melalui Pak Gubernur untuk menangani ini. Jika tidak, langsung kami alihkan ke Dirjen Gakkum KLHK. Karena ini tidak lagi dapat ditangani di tingkat daerah kabupaten/kota,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroho kepada Pikiran Rakyat, Kamis, 19 September 2019. 

Dalam agendanya, pertemuan tersebut akan membahas rekomendasi yang sempat diterbitkan Ombudsman pada 2018 lalu tentang pencemaran lingkungan. Dalam rekomendasi itu, Ombudsman menemukan ada 57 perusahaan di sekitar Sungai Cileungsi yang tidak memiliki instalasi pengolahaan air limbah (IPAL).

Dari hasil penelusuran, kata Teguh, rekomendasi tidak sepenuhnya dijalani. “Dinas Lingkungan Hidup Bogor menyebut ada 17 perusahaan yang telah memerbaiki IPAL-nya, tapi hasil monitoring kami itu tidak sepenuhnya dilakukan,” ucap dia.

Kemudian rekomendasi untuk memidanakan perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan tidak dilakukan dengan tegas. “Perusahaan hanya dijerat oleh peraturan daerah yang ada, bukan Undang-undang Lingkungan Hidup. Hasilnya, perusahaan hanya dihukum dengan denda Rp 15 juta. Tentu ini tidak akan membuat jera mereka,” ucapnya.

Teguh mengatakan, kondisi Sungai Cileungsi sudah sangat memprihatinkan. Ironisnya, sungai tercemar sejak dari hulu yang kemudian makin memburuk hingga ke hilir. Pencemaran Sungai Cileungsi bahkan dirasakan warga di tiga daerah lain yang dialiri yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

“Maka tiga daerah itu pun kami panggil. Namun memang penanganan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh kabupaten/kota. Maka dari itu kami minta provinsi menangani,” ucap dia.


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X