Selasa, 2 Juni 2020

Mereka yang Tak Diterima Keluarga

- 19 September 2019, 22:30 WIB
PARA pasien orang dengan gangguan jiwa beraktivita di Yayasan Al Fajar Berseri di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa, 17 September 2019. Sejumlah pasien yang dinyatakan pulih memilih tinggal di yayasan setelah tidak diterima oleh keluarganya.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

YADI (27), turut membantu Marsan (48) menyiapkan makan siang bagi para pasien. Saat adzan berkumandang, ratusan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mulai mengantre mengambil makanan. Ini menjadi peran baru bagi Yadi setelah dulu dirinya yang mengantre bersama ‘bekas’ teman-temannya itu.

Menurut Marsan, Yadi telah pulih dari gangguan kejiwaan yang sempat menyerangnya. Tiga bulan dia dirawat hingga akhirnya dapat kembali berinteraksi dengan baik. Pikiran dan perbuatannya pun telah kembali seperti semula, seperti orang pada umumnya.

Kendati demikian, dia memilih tetap tinggal. Beberapa tahun lalu, tepatnya setelah dinyatakan sembuh, dia mencoba kembali keluarganya di Bogor tapi dia merasa tidak diterima. Yadi merasa diasingkan sehingga dia kembali ke Yayasan Al Fajar Berseri.

Baginya, yayasan di Tambun Selatan Kabupaten Bekasi itu seperti rumah. Dan Marsan dianggapnya seperti ayah sendiri. “Bapak baik,” kata dia kepada “PR”.

Yadi terlihat lebih banyak tersenyum. Kendati sudah mampu berinteraksi dengan baik, dia masih malu bila bertemu orang yang tak dikenali.

Kisah itu rupanya tidak hanya dirasakan Yadi. Bapak paruh baya yang setiap hari menjaga pintu barak itu pun sama. Enggan menyebutkan namanya, pria berambut tipis ini mengaku memilih tinggal di yayasan telah mengetahui di mana keluarganya berada.
 

Dia memilih ikut membantu Marsan sekeluarga mengurus yayasan. Memiliki pengalaman gangguan kejiwaan membuat dia kesulitan membangun kepercayaan diri. Alih-alih kembali ke keluarganya lalu memulai hidup baru, dia memilih mengabdikan diri di yayasan. “Ya enggak apa-apa, begini saja,” ujar dia saat ditemui dibalik pagar besi di barak paling depan.

Menjaga pintu merupakan tugas dia sehari-hari. Mengawasi para pasien hingga mencegah mereka melarikan diri. Aktivitas itu dilakukan setelah keluarganya memilih tidak mau menjemput dia.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X