Selasa, 2 Juni 2020

Jual Kuda, Urus Pengidap Gangguan Jiwa

- 18 September 2019, 20:10 WIB
PARA pasien gangguan jiwa beraktivitas di Yayasan Al Fajar Berseri di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu, 18 September 2019. Berawal menjadi kusir, Marsan (48) sang pendiri yayasan kini mengabdikan dirinya untuk para pengidap gangguan jiwa.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

MARSAN (48) kini hanya sesekali membersihkan delman yang diparkir tepat di depan kantornya. Tidak seperti kuda yang dia jual, delman berwarna coklat itu tetap dijaga sebagai bagian dari perjalanan mantan kusir ini.

Berkat delman tersebut, pada 1992 lalu, pria berkumis tebal itu mulai mengabdikan diri mengurus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Jadi dulu saya lagi lewat ada orang gila udah lusuh banget, makan sisa makanan di tempat sampah yang udah dikerubutin lalat. Awalnya saya lewatin aja, tapi hati enggak tenang, kebayang terus. Ya udah lah itu dibawa ke rumah, dimandikan, diurus,” kata dia saat ditemui di Yayasan Al Fajar Berseri di Desa Sumberjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu, 18 September 2019.

Nekat membawa pulang pria bergangguan jiwa, Marsan justru bingung cara mengurusnya. Namun, pelan-pelan dia coba mendalami persoalan pria tersebut hingga akhir mulai sembuh. “Ciri-ciri sembuhnya itu pas ngobrol nyambung. Dia juga sudah tahu namanya, katanya Rudi,” ucap dia.

Setelah tiga bulan, Marsan lantas menyuruh Rudi pulang ke rumahnya yang mengaku berada di wilayah Bogor. Baru tiga hari pulang, Rudi kembali ke kediaman Marsan bersama keluarganya.

“Itu ternyata si Rudi sudah hilang setahun setengah. Itu ibunya langsung memeluk saya, berterima kasih sambil nangis. Di situ saya merasa begitu bermanfaat bagi orang. Mulai dari situ, setiap ada orang gila atau sekarang namanya ODGJ, saya bawa pulang,” ujar dia.
 

Komitmen dengan upaya mulianya, hingga tahun 2005, ‘pasien’ Marsan telah berjumlah 20 orang. Para ODGJ itu dia rawat semampunya sebagai seorang kusir. Jumlah pasien makin meningkat menjadi 40 orang pada 2012.

Makin banyak yang diurus, Marsan pun mulai kebingungan menghidupi para pasiennya. Alhasil, dia pun menjual kuda miliknya. “Ada rejeki juga, dibikin barak buat mereka. Alhamdulillah ada donatur yang membeli,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Eva Fahas


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X