Sedikitnya 45 Orang Meninggal Tertabrak Kereta Api

- 17 September 2019, 21:10 WIB
ILUSTRASI kereta api.*/DOK. PR

CIREBON, (PR).- Sebanyak 45 orang meninggal dalam 47 kasus kecelakaan yang melibatkan kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, selama kurun waktu Januari sampai pertengahan September 2019. 

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan pada perlintasan, lantaran tidak sedikit pengendara kendaraan, yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi. 

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengakui, selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang sering terjadi kecelakaan

"Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang," kata Luqman Arif seusai sosialisasi keselamatan berkendara di perlintasan sebidang di Jalan Kartini dan Jalan Slamet Riyadi Krucuk, Selasa 17 September 2019.

Kegiatan sosialisasi PT KAI bekerja sama dengan kepolisian, Dishub, Jasa Raharja Kota/Kabupaten terkait, serta komunitas Pecinta Kereta Api. 

Dikatakannya, untuk mengurangi angka laka lantas di perlintasan sebidang, PT KAI berupaya melakukan sejumlah upaya. Diantaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi. 

63 perlintasan ditutup

Sebanyak 63 perlintasan tidak resmi telah ditutup Daop 3 Cirebon dari tahun 2018 hingga bulan Agustus 2019. 

Meski sejumlah perlintasan liar sudah ditutup, masih ada belasan perlintasan liar lain yang aktif dimanfaatkan masyarakat. 

Luqman Arife mengungkapkan, meski langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan warga, namun kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X