Kamis, 12 Desember 2019

Muncul Pro Kontra Usulan Nama BJ Habibie untuk Bandara Kertajati di Kalangan Masyarakat Majalengka

- 17 September 2019, 15:49 WIB
BANDARA Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

MAJALENGKA,(PR).- Munculnya petisi dari warganet yang menggalang dukungan untuk menyematkan nama Mantan Presiden RI BJ Habibie dalam nama Bandara Kertajati, mengundang kontroversi di kalangan masyarakat Majalengka. Ada yang sependapat, ada pula yang menolak dengan beragam alasan.

Penolakan diantaranya disampaikan Ketua PKB yang juga anggota DPRD Majalengka, Hamdi, Ketua PPP, Ali Imron, hingga cicit Pahlawan Nasional yang juga Ketua PUI Kabupaten Majalengka, Asep Zaki, serta sejumlah warga lainnya.

Alasannya, menurut Hamdi, setiap bandara yang ada di daerah selalu mengangkat nama tokoh atau pahlawan yang ada di daerah tersebut. Kebetulan di Kabupaten Majalengka, ada Pahlawan Nasional yakni Abdul Halim, sehingga nama bandara dinilai lebih layak diberikan kepada pahlawan nasional asal Kabupaten Majalengka yang jasanya demikian besar bagi kemerdekaan, pembangunan ekonomi, serta agama Islam di Majalengka. 

Atas pertimbangan tersebut, Ali Imron mengaku, partainya secara resmi telah menyampaikan rekomendasi nama bandara tersebut dengan nama Bandara KH Abdul Halim. Surat rekomendasi telah disampaikan kepada Bupati Majalengka untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

“Kami sudah cukup lama membahas nama bandara untuk direkomedasikan. Dan enam bulan lalu kami sudah menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Bupati Majalengka untuk disampaikan kepada DPR RI, serta Pemerintah Pusat. Nama KH Abdul Halim ideal untuk nama bandara, adanya di Majalengka,” tutur Ali kepada Tati Purnawati dari Kabar Cirebon, Selasa, 17 September 2019.

Menurut Ali, tanpa mengesampingkan nama besar BJ Habibie yang jasanya begitu besar untuk Indonesia, ia berharap bahwa nama BJ Habibie bisa saja diabadikan dalam bidang lain di daerah lain.

Ketua PUI Kabupaten Majalengka, Asep Zaki, mengatakan, semua orang di Indonesia mengenal nama besar Prof BJ Habibie. Sebagai tokoh cendekiawan dan ilmuwan internasional yang memiliki kapasitas dan kapabilitas, namanya sudah tidak diragukan lagi.

Hanya saja, terkait dengan penamaan Bandara Internasional Jawa Barat, diungkapkan Asep, sebagaimana lazimnya penamaan bandara di Indonesia selalu mengangkat tokoh-tokoh setempat di mana bandara itu berdiri. Misalnya saja Bandara Sultan Hasanudin yang berlokasi di Makasar, mengangkat nama pahlawan daerahnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kota Bandung, yang memilih nama Husein Sastranegara, Juga di Balikpapan, yang memilih nama Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. 


Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

X