Sengsara di Kali Bahagia

- 17 September 2019, 08:35 WIB
SATU unit alat berat membersihkan sampah plastik yang menutupi Kali Bahagia atau Kali Busa, di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten, Bekasi, Agustus 2019 lalu.*/ANTARA

IBU Negara Iriana menyaksikan langsung bagaimana kondisi Kali Bahagia di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi yang belum sepenuhnya bersih. Air yang berwarna gelap serta bau yang masih menyengat, membuat dirinya tidak bahagia.

“(Harusnya) ditampung atau diambil lalu masukkan ke tempat sampah. Enggak ditumpuk apalagi dibuang ke sembarangan. Jadinya kan namanya sudah bagus Kali Bahagia, tapi kita melihatnya begitu jadi tidak bahagia,” kata Iriana saat meresmikan Gerakan Indonesia Bersih di Babelan, Senin, 16 September 2019.

Dipilihnya Kali Bahagia sebagai lokasi peresmian karena titik tersebut sempat viral setelah puluhan ton sampah menutupi aliran sungai. Meski sempat dibersihkan, hingga tidak ada lagi sampah di badan sungai, namun kondisinya jauh dari kata bersih.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat ada sampah pada badan sungai yang masih bagian dari Sungai Cileungsi ini. Setelah sempat viral pada akhir Juli lalu, sampah kemudian diangkut hingga tidak lagi menyumbat aliran air.

Meski demikian, sampah masih terlihat menyangkut di bantaran sungai di sisi kanan dan kiri. Sedangkan kondisi air masih berwarna hitam serta bau tak sedap masih dapat tercium. Kondisi ini diakui Iriana, “ternyata masih kotor sekali”.

loading...

Iriana mengatakan, sebenarnya solusi untuk mencegah banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, bahkan hingga mencemari sungai, begitu sederhana. Solusinya cukup dengan memungut sampah lalu simpan ke tempat yang seharusnya.

“Kalau ada sesuatu yang ada di kali, terutama yang plastik kita bisa mengambilnya, dengan sederhana sekali. Jadi jangan sungkan mengambil apapun di jalan,” kata dia.

Kendati begitu, solusi sederhana ini perlu lahir dari komitmen bersama, baik pemerintah maupun warganya. Dengan demikian, baik kampung, jalan hingga sungai menjadi bersih dengan sendirinya. Tidak ada lagi kabar sungai tertutup sampah.

“Mulai sekarang kita beri kesadaran kepada semuanya terutama pada posyandu dan tokoh masyarakat, sesederhana itu saja. Agar nantinya dapat ditiru juga oleh warga lainnya,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X