Minggu, 8 Desember 2019

Hanya Gara-gara Uang Rp 15 Ribu, Mak Iyah Tewas Dibacok dan Dibakar 

- 16 September 2019, 21:52 WIB
KAPOLRES Garut menunjukan alat bukti yang diamankan dalam kasus pembunuhan seorang nenek bernama Iyah (60), warga Kmapung Girang, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Malang nian nasib yang dialami Mak Iyah, warga Kampung Girang RT 05 RW 02, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi. Wanita berusia 60 tahun ini tewas setelah dibacok dan dibakar oleh seorang pemuda.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebutkan peristiwa nahas yang menimpa Mak Iyah terjadi pada Sabtu 14 September 2019 sekitar pukul 16.30 WIB. Mayat korban ditemukan oleh salah seorang anaknya di sebuah gubuk sawah di kawasan Kampung Lebakjero, Desa Jayabakti.

"Pada awalnya anak korban melihat gubuk yang dalam kondisi terbakar. Iapun dengan dibantu warga lainnya berusaha memadamkan kobaran api yang membakar gubuk akan tetapi kemudian menemukan ada sesosok mayat yang sudah terbakar di dalamnya," ujar Budi saat menggelar ekspos di Mapolres Garut, Senin 16 September 2019.

Selang beberapa jam setelah penemuan mayat Mak Iyah tersebut, tutur Budi, petugas gabungan dari Resmob Satreskrim Polres Garut bersama petugas Polsek Banjarwangi berhasil membekuk orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Orang tersebut berinisial AA (20), warga Kampung Cipareuhan, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi.

Budi mengungkapkan, tersangka pelaku ditangkap dari daerah Cilangir, Desa Majasari, Kecamatan Cibiukpada Sabtu malam. Petugas yang melakukan penyelidikan sebelumnya mendapatkan informasi kalau pelaku saat itu telah melarikan diri ke daerah Cibiuk.

"Si pelaku ini masih satu desa dengan korban akan tetapi beda kampung. Sedangkan pembunuhan dilakukan di kawasan Kampung Lebakjero, masih desa yang sama," katanya.

Dari hasil pemeriksaa terhadap pelaku, lanjutnya, ia merasa sakit hati karena korban seringkali menagih utang. Padahal jumlah utangnya tidak terlalu besar tapi hanya sebesar Rp 15 ribu dan itupun utang ibu pelaku.

Menurut Budi, secara kebetulan korban dan pelaku saat itu bertemu di daerah pesawahan yang masuk wilayah Kampung Lebakjero. Melihat korban yang sedang sendirian berada di sawah, niat pelaku untuk melampiaskan sakit hatinya pun muncul sehingga ia langsung membacok korban dengan sebilah sabit hingga korban tersungur.

Melihat korban tersungkur tambahnya, pelaku bukannya sadar tapi ia malah kemudian membawa tubuh korban ke sebuah gubuk atau saung sawah yang berada tak jauh dari tempat ia melakukan pembacokan. Sesampainya di gubuk, tubuh korban kemudian dibungkus dengan ijuk dan kemudian pelaku membakar saung yang di dalamnya terdapat tubuh korban.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X