Jumat, 6 Desember 2019

TKW Hilang Akhirnya Ditemukan, tapi Menolak Pulang ke Indramayu

- 16 September 2019, 19:31 WIB
RANTI (kerudung hitam) dipertemukan dengan pihak KBRI di Qatar, belum lama ini. Ranti dikabarkan 13 rahun hilang di Qatar. */DOK. SBMI

INDRAMAYU, (PR).- Kejelasan nasib tenaga kerja wanita (TKW) yang hilang selama 13 tahun di Qatar akhirnya ditemukan. Ranti Ratnaningsih (29) ditemukan dalam kondisi sehat dan sadar. Sayangnya ketika diperintahkan untuk pulang Ranti menolaknya.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu Juwarih mengatakan, kejelasan keberadaan Ranti didapatkan dari Kedutaan Besar RI yang ada di Qatar. “Setelah sebelumnya pihak KBRI berkoordinasi dengan pihak imigrasi,” ujar Juwarih, Senin 16 September 2019. Ranti pun sudah dipertemukan dengan keluarganya lewat sambungan panggilan video.

Dalam panggilan tersebut Ranti menyatakan kondisinya baik-baik saja. Selain itu, dirinya mengaku tak mengalami tekanan apapun ketika dipertemukan dengan keluarganya. “Ranti menangis saat melihat orangtuanya,” kata dia. 

Juwarih menambahkan, ketika diminta pulang kembali ke kampung halamannya Ranti malah menolak. Sembari menangis Ranti mengungkapkan dirinya masih betah tinggal di Qatar bersama majikannya.

Ranti berjanji akan pulang dua tahun lagi dan ingin mengirimkan uang kepada keluarganya. “Ranti mengatakan dirinya akan diajak ke Jerman selama setahun. Jadi ia menolak untuk pulang dan ia meminta no rekening keluarganya,” tuturnya. 

Kendati demikian, Juwarih mengaku dirinya tak akan percaya begitu saja apa yang diungkapkan oleh Ranti. Dia menduga, sebelum dikontak keluarganya majikan Ranti menekan supaya menolak untuk pulang ke kampung halamannya di Indramayu.

“Kami akan menelusurinya lebih jauh. Pihak KBRI juga menyatakan akan terus mengawal Ranti selama di Qatar untuk memastikan kondisinya,” ucapnya. SBMI Kabupaten Indramayu pun akan kembali memperjuangkan hak-hak Ranti selama bekerja di Qatar. Terlebih Ranti tidak pernah digaji selama mengabdi pada majikannya tersebut.  

Ibu Kandung Ranti, Masni (43) mengatakan, dirinya sangat bahagia bisa kembali melihat putrinya dalam kondisi sehat, meski hanya bertemu lewat panggilan video. “Walaupun belum pulang saya tetap senang bisa melihat kembali wajah anak saya. Saya sudah lama menunggu kabarnya,” ucapnya. Masni pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang mau memperjuangkan keberadaan nasib Ranti.

Terkait penolakan Ranti untuk pulang, ia tetap berharp putrinya mengubah keputusan tersebut. Sebab ia menduga keputusan itu diambil Ranti dengan dibawah tekanan majikannya. “Saya berharap supaya putri saya bisa pulang lagi ke sini. Semoga pemerintah bisa turut membantu memulangkan anak saya,” katanya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X