Sabtu, 25 Januari 2020

Kandang Inovasi jadi Jawaban Peternak Ayam Skala Rumahan

- 14 September 2019, 10:43 WIB
KETUA Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi PUTM (Pendidikan Vocational Teknik Mesin) STKIP Sebelas April Sumedang. Novan Bayu Nugraha, sedang menjelaskan kelebihan Kandang Close House (KCH) dengan inovasi pada ekspos hasil produk pengabdian kepada masyaraka di ruang kuliah STKIP Sebelas April Sumedang, Kamis, 12 September 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

UNIT Pelaksana Teknis (UPT) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) STKIP Sebelas April Sumedang, menciptakan kandang ayam broiler konvensional menggunakan Kandang Close House (KCH) berukuran minimalis. KCH tersebut menggunakan inovasi dengan penerapan teknologi sehingga disebut kandang inovasi.

Karena ukurannya minimalis, sehingga kandang inovasi bisa digunakan di lahan sempit. Bahkan, di pekarangan rumah, sehingga bisa dijadikan usaha kecil rumah tangga.

KCH inovasi itu memiliki banyak kelebihan dibanding Kandang Open House (KOH), atau kandang tipe terbuka yang selama ini sering dijumpai di peternakan ayam ras pedaging. Diantaranya yaitu tidak tergantung cuaca, apalagi musim pancaroba. Kandang juga menjadi lebih higienis, daging ayamnya lebih berkualitas, serta biaya pembuatannya relatif murah dan terjangkau, khususnya oleh para peternak skala kecil.

Menurut Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi PUTM (Pendidikan Vocational Teknik Mesin) STKIP Sebelas April Sumedang, Novan Bayu Nugraha, pembuatan KCH inovasi tersebut berawal dari permasalahan yang sering dialami para peternak ayam skala kecil di Kabupaten Sumedang.

Pada umumnya, mereka menggunakan kandang tipe terbuka dengan ukuran yang besar. Masalahnya, KOH rentan perubahan musim. Keterbatasan sekam untuk alas lantai dan pemanasan yang menggunakan gas, juga berpengaruh pada performa ayam.  

Padahal, peternakan  ayam ras pedaging di Kabupaten Sumedang memiliki populasi yang tinggi. Populasinya mencapai 14.168.981 ekor.

Hal itu berdasarkan data BPS tahun 2016. Tingginya populasi itu, menunjukan usaha peternakan ayam ras pedagang menjadi sumber utama pendapatan penduduk Kabupaten Sumedang.

“Berangkat dari berbagai permasalahan ini, kami berupaya mengatasinya dengan menciptakan KCH inovasi dengan penerapan teknologi,” kata Novan, saat ekspos hasil produk pengabdian kepada masyarakat bertema Peningkatan Kandang Ayam Broiler Konvensional Menggunakan Kandang Close House Tipe Baterai di ruang kuliah STKIP Sebelas April  Sumedang,  Kamis, 12 September 2019.

Desain kandang

Lebih jauh Novan menjelaskan, teknologi yang dipakai diantaranya lampu sebagai pemanas. Selain itu, kandangnya juga tertutup, serta sirkulasi udara bisa dikendalikan sehingga udara tetap bersih.

Halaman:

Editor: Endah Asih

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X