Selasa, 7 April 2020

Penuh Sampah, Sungai Cipakancilan Menanti Penanganan

- 12 September 2019, 19:31 WIB
Warga Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor berjalan meninggalkan Sungai Cipakancilan seusai mencuci, Kamis 12 September 2019. Warga terpaksa mencuci di sungai penuh sampah lantaran sumurnya mengering.*WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  Warga di sepanjang Sungai Cipakancilan, anak Sungai Ciliwung, di RT 2, RW 1, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terpaksa menggunakan air sungai penuh sampah sebagai sarana mandi dan cuci baju. Mereka berharap sungai penuh sampah yang membentang  dari  Sukaresmi dan Kedungbadak di Kota Bogor hingga Cilebut di Kabupaten Bogor itu bisa segera dibersihkan.

Aas (56), warga setempat mengatakan, ia terpaksa mencuci di sungai penuh sampah lantaran sumur di rumahnya mengering saat musim kemarau. Aktivitas mencuci baju hingga mandi diakui Aas dilakukan oleh hampir mayoritas warga di RT 2,di sepanjang Sungai Cipakancilan.

“Kalau buat cuci dan mandi iya, kalau minum enggak. Ya mau bagaimana lagi, warga juga terpaksa karena memang sumur kering,” ujar Aas saat dijumpai di rumahnya, Kamis 12 September 2019.

Menurut Aas, sejak dulu warga memang sudah menggunakan Sungai Cipakancilan untuk kegiatan mandi dan mencuci baju. Agar dapat digunakan, air sungai yang berbau sampah itu disaring menggunakan kain.  Air tersebut yang kemudian digunakan warga untuk mencuci pakaian dan mandi. 

“Dulu tidak seperti ini, dulu mah bening.  Kalau sampah ini sebenarnya baru-baru saja, mungkin dua tahun belakangan,” kata Aas. 

Menurut Aas, warga setempat sebenarnya tidak banyak membuang sampah ke sungai. Aas menyebut, tumpukan sampah itu berasal dari seberang sungai yang berdekatan langsung dengan jalan raya. Aas pun sempat melihat ada tumpukan limbah plastik berkarung-karung yang dibuang ke sungai.

“Limbah sampahnya seperti bungkus plastik permen, tapi sampai berkarung-karung. Saya lihatnya sudah lama, ada mungkin tiga minggu lalu. Baru sekali sih melihat itu, kalau sampah memang banyaknya orang seberang,” ucap Aas.

Warga lainnya, Mulyadi juga berharap pemerintah daerah bisa berperan lebih dalam menangani sungai. Mulyadi menyebutkan, sejauh ini pemerintah daerah tidak pernah memberikan perhatian terkait  penanganan sampah. Mulyadi juga gerah dengan para pembuang sampah liar, namun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memberikan teguran.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X