Minggu, 19 Januari 2020

Pemkab Sumedang akan Relokasi Bangunan SDN Cijolang yang Terkepung Proyek Pembangunan Tol Cisumdawu

- 11 September 2019, 20:43 WIB
FOTO udara SDN Cijolang yang terdampak proyek Tol Cisumdawu di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa, 10 September 2019. Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah tersebut karena belum adanya bangunan pengganti yang disediakan pemerintah.*/ANTARA FOTO

SUMEDANG, (PR).- Pemkab Sumedang tengah memproses lahan baru untuk merelokasi bangunan SDN Cijolang di Dusun Cijolang, Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari dari “kepungan” pengerjaan projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Meski dikepung proyek tol, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu tetap berlangsung.

Pantauan “PR” di lapangan, posisi bangunan SD tersebut tepat berada di tengah-tengah jalur tol Cisumdawu. Bahkan tanah di pinggiran sekolah itu, nyaris habis dikeruk alat berat projek sehingga permukaan tanahnya berbentuk tebing yang curam dan dalam. Bangunan SD berikut jalan kabupaten posisinya di atas. Sedangkan projek jalan tol berada di bawahnya.

Jika melihat dari dekat, kondisi bangunan SD tersebut membahayakan. Karena kondisi tanah di  pinggiran sekolahnya sudah berbentuk tebing yang curam dan dalam, sehingga rawan longsor ketika musim hujan. Selain itu juga, rawan kecelakaan yang mengancam keselamatan para siswa. Apalagi KBM para siswa dan guru di sekolah itu sampai sekarang masih berjalan.
 

Dampak lainnya, suara bising  pengoperasian alat berat dan polusi debu dari pengerukan dan perataan tanah di lokasi proyek tol. Truk-truk besar di area projek pun, hilir mudik melintasi jalan kabupaten di sana.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar mengatakan, Pemkab Sumedang melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan sedang memproses pengadaan tanah untuk pembangunan sekolah baru. Tanahnya milik warga yang lokasinya masih di sekitar sekolah tersebut. Jaraknya sekitar ratusan meter dari SDN Cijolang  dan masih di sekitar pemukiman penduduk.

“Pengadaan tanahnya masih berproses. Kini sedang dijajaki kesepakatan harga dengan pemilik tanah. Anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD tahun ini. Cuma untuk luasan tanahnya, saya kurang tahu. Kami berharap, bulan ini pengadaan tanahnya selesai. Kalau sudah selesai, kami akan segera mengajukan pembangunan sekolah baru kepada Satker (Satuan Kerja) tol Cisumdawu. Sebab, aturannya Satker yang akan membangun sekolah baru, kami selaku pemilik bangunan sekolah, tinggal menerima bangunan sekolah baru dari Satker,” ujarnya.

Langkah itu diambil pemda, kata dia, karena penanganan bangunan SDN Cijolang bersifat darurat. Tanah sekolah tersebut, tanah wakaf bersengketa di antara  ahli waris pemilik tanah.  Bahkan prosesnya masih terjadi gugatan. Dikarenakan tanah sengketa, sehingga Satker belum bisa membebaskan tanah tersebut.

“Kalau menunggu proses hukum penyelesaian tanah sengketa, pasti sangat lama. Sementara kondisi bangunan SDN Cijolang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Posisinya berada di tengah-tengah projek jalan tol. Oleh karena itu, pemda segera mengambil langkah dan solusi dengan melakukan pengadaan tanah untuk membangun sekolah baru,” kata Eka.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X