Senin, 20 Januari 2020

Potensi Kebakaran Lahan di Jawa Barat Meningkat

- 11 September 2019, 20:09 WIB
PETUGAS pemadam kebakaran menyemprotkan air ke lahan yang terbakar di Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Rabu, 11 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Potensi kebakaran-lahan">kebakaran lahan meningkat dalam beberapa hari terakhir di Jawa Barat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta mendapatkan laporan sebanyak 5-9 kebakaran per hari.

"Pada musim kemarau ini, panas dan angin memberikan kontribusi terhadap kebakaran," kata Kepala DPKPB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, Rabu, 11 September 2019.

Menurut Wahyu, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan kosong, perkebunan, dan hutan. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap penyebab kebakaran.

Ia mengatakan, masyarakat pun diharapkan tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kobaran api yang lebih besar. Terlebih, menurut Wibi, banyak terdapat tanaman kering di lahan-lahan perkebunan maupun hutan saat musim kemarau.

"Jumlah kebakaran sampai hari ini (sepanjang 2019) sebanyak 193 kejadian. Di mana dari jumlah tersebut, paling banyak terjadi pada hutan, lahan kebun, hampir 50 persen," ujar Wahyu.

Pantauan BMKG terhadap titik panas dan kekeringan ekstrem

Menurut pantauan sensor modis Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Kertajati, terdapat sedikitnya 29 kecamatan yang memiliki titik panas di wilayah Jawa Barat pada Selasa, 10 September 2019, hingga Rabu, 11 September 2019. Paling banyak terdapat di Kabupaten Subang yakni Kecamatan Cijambe, Cipendeuy, Dawuan, dan Kalijati.

Sedangkan, titik terpanas (zona merah) berada di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sebanyak dua titik. Titik panas lainnya terdapat di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Bogor, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, hingga Sumedang dengan tingkatan yang beragam.

BMKG juga merilis peringatan dini bencana kekeringan ekstrem yang saat ini berstatus awas. Sejumlah kabupaten diketahui mengalami cuaca tanpa hujan lebih dari 60 hari hampir di seluruh wilayah.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X