Senin, 16 Desember 2019

Meluas, Wilayah Krisis Air Bersih

- 11 September 2019, 14:18 WIB
DIREKTUR Utama Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Muhamad Kamaludin Zen, Rabu 11 September 2019 tengah meninjau embung sungai di kecamatan caringin yang terus menyusut.*/ AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Warga yang kesulitan mendapatkan air bersih semakin banyak karena kekeringan meluas. Tak hanya warga Sukabumi Selatan namun meluas hingga wilayah Utara.

Salah satunya dialami juga oleh warga di sejumlah desa di Kecamatan Cicurug, Cibadak, Cisaat dan kecamatan Parungkuda di Kabupaten Sukabumi, Rabu  11 September 2019.

Warga yang sebelumnya berharap dapat memperoleh pasokan air bersih dari Perusahan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Pumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi harus kecewa. Bahkan sudah beberapa bulan terakhir, air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari –hari tidak mengalir normal.  Untuk memenuhi kebutuhannya,  warga terpaksa memamfaatkan sumber mata air yang relatif semakin menyusut. Sementara sumur di rumah warga sudah lama kering kerontang

"Kendati air PDAM mengalir pada malam hari, tapi pasokan tersendat. Sehingga banyak warga sulit mendapatkan air bersih. Kondisi sudah berlangsung lama, " kata warga Kampung Kaum, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Andi Supriyadi.

Direktur Utama Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Muhamad Kamaludin Zen membenarkan ada beberapa kecamatan yang kini pasokan air bersihnya terganggu." Kami mohon maaf terganggu distribusi air bersih. Kondisi ini disebabkan dampak alam memasuki musim kemarau, " katanya.

Kamaludin Zen mengatakan penyebab gangguan distribusi akibat debit air dari sejumlah  sumber mengalami penyusutan hingga mencapai  50 persen. Begitupun pengolahan dari air sungai yang ditampung embung-embung  mengalami kondisi  serupa.

"Penyusutan tidak hanya pada sumber mata air. Tapi olahan embung sungai mengalami kondisi serupa. Kemarau kali ini, berdampak luar biasa sehingga pasokan air bersih kepada pelanggan terus berkurang," katanya.

Kamaludin Zen mengatakan, mengantisipasi kesulitan pelanggan untuk mendapatkan air bersih telah dilakukan langkah sistem giliran.

" Termasuk mendustribusikan air beraih melalui tangki-tangki yang disiapkan. Air bersih tersebut, tidak hanya bagi pelanggan. Tapi diberikan secara gratis kepada warga yang terpapar air bersih," katanya***



Editor: ella yuniaperdani

Tags

Komentar

Terkini

X