Minggu, 26 Januari 2020

Bagi Kesultanan Kanoman, Sura Merupakan Bulan Penuh Mistis

- 10 September 2019, 22:54 WIB
PULUHAN anak yatim mengerumuni Kiai Miftah, sesepuh Pesantren Benda Kerep, Selasa 10 September 2019.*/ANI NUNUNG ARYANI/PR

CIREBON, (PR).- Puluhan anak yatim mengerumuni Kiai Miftah, sesepuh Pesantren Benda Kerep, Selasa 10 September 2019. Begitu mendapat jatah amplop, satu persatu mereka mencium tangan Kiai Miftah yang akrab disapa Kang Miftah.

Kang Miftah pun membalasnya dengan usapan lembut di kepala mereka, sembari menanyakan kabar, atau memberi nasihat atau menanyakan kabar orang tuanya. Sesekali mulut Kang Miftah komat-kamit mendoakan anak-anak tersebut.

Menurut Kang Miftah, setiap 10 Muharam dalam penanggalan hijriah atau suraan, anak-anak yatim bahkan yang bukan yatim atau piatu, datang bersilaturahmi ke rumahnya, di kampung Benda Kerep Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Kampung religi Benda Kerep berlokasi sekitar 8 km dari pusat Kota Cirebon, dan ada di titik paling tinggi di ujung Selatan Kota Cirebon. Lokasi kampung Benda Kerep berada di daerah perbukitan. Untuk bisa mencapai kampung Benda Kerep, warga harus menyebrang sungai selebar 20 meter.

Deretan balok-balok beton besar di dasar sungai dan tali baja yang dibentangkan menjadi alat bantu warga untuk menyeberang, karena tidak ada jembatan.

Sebenarnya, ujar Kang Miftah, isi amplop yang dibagikannya kepada anak-anak tidak banyak, karena hanya sekedar untuk jajan.

Namun menurutnya, esensi dari berbagi kepada anak yatim bukan soal nilai nominalnya, namun lebih kepada niat sedekah atau sodakoh, terutama kepada anak yatim. 

Mengirim bubur

Menurut Kang Miftah, dalam ajaran Islam sedekah, juga menjadi ikhtiar menolak musibah, bencana, kesulitan, dan berbagai macam penyakit.

Kang Miftah kemudian mengutip hadist riwayat Imam Baihaqi,“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X