Selasa, 26 Mei 2020

Di Jalur Cikarang-Babelan Kendaraan Harus Bergantian

- 10 September 2019, 21:20 WIB
ILUSTRASI perbaikan jalan.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Jalan yang menghubungkan Cikarang-Babelan melalui jalur Cikarang-Bekasi-Laut (CBL), ambrol. Beton yang melapisi jalan retak akibat tanah yang menjadi fondasi terus terkikis oleh derasnya aliran sungai di sampingnya.

Berdasarkan pantauan “PR” Online, Selasa 10 September 2019, jalan yang ambrol terjadi di dua titik sekaligus. Pertama di RT 02 RW 02 Kampung Telar Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung. Kemudian, yang kedua di Kampung Sasak Bakar, RT 02 RW 02 Desa Kertamukti Kecamatan Cibitung atau berjarak sekitar 800 meter dari titik pertama.

Ambrolnya jalan di kedua titik tersebut nyaris sama yakni berada di sisi kiri arah Babelan. Tanah yang tergerus aliran sungai mengakibatkan badan jalan ambrol meski telah dibeton.

Pada titik pertama, jalan sebenarnya belum sepenuhnya amblas. Pada sisi kiri, beton masih melapisi jalan namun fondasinya rapuh. Sehingga jika dilintasi pejalan kaki sekalipun jalan bakal amblas. Ironisnya, tidak ada peringatan bahaya di lokasi tersebut. Jalan yang rapuh itu hanya diberi garis menggunakan sobekan kain yang dibuat oleh warga sekitar.

Kondisi makin parah terjadi di titik kedua di mana jalan telah sepenuhnya ambrol. Jalan yang amblas itu bahkan telah melebihi bagian tengah badan jalan. Sehingga kendaraan yang melintas terpaksa menggunakan bahu jalan agar tidak turut terperosok.

Bergantian

Sama seperti di titik pertama, lokasi kedua ini pun tidak dipasangi garis pengaman. Hanya tali dari sobekan kain yang kemudian dibantu oleh sekelompok pemuda sekitar yang membantu menertibkan kendaraan yang melintas. Karena lebih dari setengah badan jalan amblas, maka kendaraan harus bergantian ketika melintas.

Maman (24), warga sekitar mengatakan, amblasnya jalan tersebut telah terjadi sejak lama, bahkan lebih dari satu tahun lalu. Amblasnya jalan berawal saat hujan terus mengguyur Cibitung dan sekitarnya. Hujan membuat aliran sungai CBL menjadi deras hingga mengikis tanah penahan jalan.

“Itu awalnya hujan. Ini kan tanah kayaknya labil jadi gampang kegerus. Kejadiannya ada kali setahun setengah mau dua tahun, enggak ada yang benerin. Kalau yang foto-foto mah banyak tapi ya sekedar foto aja gitu,” ujar Maman yang turut membantu kendaraan yang hendak melintasi jalan amblas.

Halaman:

Editor: anef


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X