1.637 Rumah Terdampak Jalur Ganda Bogor-Sukabumi

- 8 September 2019, 16:45 WIB
JALUR kereta api Bogor-Sukabumi di Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah terpantau lengang, Minggu 8 September 2019. Sebanyak 1.637 rumah di Kota Bogor akan terdampak proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi yang rencananya akan terkoneksi hingga ke Bandung.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/

BOGOR,(PR).- Sebanyak 1.637 bangunan di Kota Bogor akan terdampak proyek jalur ganda rel kereta api Bogor-Sukabumi. Pembangunan jalur ganda tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan jalur kereta api Bogor-Bandung.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan  dalam sepekan kemarin terus menyosialisasikan rencana tersebut kepada warga terdampak di Kota Bogor lantaran proyek akan dimulai 2020 mendatang.

Camat Bogor Selatan, Atep Budiman mengatakan,  dari  8 kelurahan  di Kota Bogor yang terdampak proyek jalur ganda,  tujuh kelurahan berada di Kecamatan Bogor Selatan.  Atep mencatat sekitar 1.400 rumah terdampak penggusuran. Mayoritas rumah tersebut  berdiri di garis sempadan kereta api dan merupakan bangunan liar.

Rumah di Bogor Selatan yang terdampak penggusuran yakni Kelurahan Kertamaya (77 rumah), Genteng (32 rumah), Lawang Gintung (11 rumah), Cipaku (456 rumah), Batutulis (330 rumah), Empang (648 rumah), dan Bondongan (27 rumah). Sementara di Kecamatan Bogor Tengah,  sebanyak 56 rumah di Kelurahan Gudang juga terdata akan tergusur.

“Akhir 2019 ini  akan ada penertiban bangunan, karena memang masih ada bangunan liar di sempadan jalur KAI.  Bangunan itu berdiri di tanah KAI, jadi ditempati masyarakat, dan sudah lama. Pada saatnya digunakan ya  harus ditertibkan, tetapi KAI sudah siapkan nilai kerohiman, nilainya enggak tahu berapa,” ujar Atep saat dijumpai “PR”, Minggu 8 September 2019.

Atep mengatakan, sejak sosialisasi digencarkan, sejauh ini respons masyarakat cukup mendukung.  Hanya, masyarakat butuh perikemanusiaan dari pemerintah dengan tidak serta merta main bongkar.

“Masyarakat minta ada tahapan waktu, ada jeda waktu, sebelum kontruksi dibangun, dan diratakan,  ada kerohiman dari pemerintah, jadi mereka bisa cari alternatif tempat tinggal,”  kata Atep.

Menurut Atep, proses sosialisasi, dan verifikasi hingga penertiban bangunan akan berlangsung hingga akhir 2019. Pada 2020,  pembangunan jalur ganda akan dilangsungkan, dan diharapkan 2021 jalur tersebut dapat digunakan.

Sementara itu, Ketua Tim Penertiban Lahan Ruas Bogor-Sukabumi  dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Joko Sudarso mengklaim tidak ada kegaduhan  atas rencana penertiban dari masyarakat terdampak proyek jalur ganda Bogor-Sukabumi.  Pasalnya, pemerintah memberikan tahapan dan memberikan biaya kompensasi kerohiman kepada masyarakat terdampak. Namun demikian,  pemberian dana kompensasi tersebut  perlu  melewati fase verifikasi untuk memastikan lama berdirinya bangunan milik masyarakat.

Halaman:

Editor: ella yuniaperdani


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X